The Beatles berangkat ke AS pada tahun 1964 (Foto: Tommy Hanley/ rollingstone.co.uk)
JAKARTA - Dirilis pada tahun 1966 dengan Paul McCartney sebagai tokoh utamanya, lagu "Eleanor Rigby" karya The Beatles menghadirkan kisah tentang orang-orang yang mengalami kesepian dan seolah tidak terlihat oleh masyarakat.
Melalui alunan musik dan liriknya, lagu ini mengangkat tema keterasingan sosial yang sangat menyentuh.
Dalam lagu ini, Eleanor Rigby digambarkan sebagai seorang perempuan yang menjalani kehidupan sunyi. Lagu ini juga memperkenalkan tokoh Father McKenzie, seorang pastor yang menjalankan tugas-tugasnya tanpa banyak mendapat perhatian dari lingkungan sekitar.
Keduanya kemudian dipertemukan dalam sebuah narasi yang mencerminkan dalamnya rasa kesepian dan keterasingan di tengah kehidupan bermasyarakat.
Meski terasa sangat nyata, tidak ada bukti kuat bahwa sosok Eleanor Rigby merupakan satu orang nyata yang kehidupannya sama persis seperti dalam lagu.
Paul McCartney menjelaskan bahwa ia awalnya ingin menulis tentang seorang perempuan yang kesepian, lalu mengembangkan karakter dan ceritanya melalui proses kreatif.
Nama "Eleanor" diperkirakan berkaitan dengan aktris Eleanor Bron yang pernah bekerja bersama The Beatles, sedangkan nama "Rigby" diambil dari nama sebuah toko yang pernah dilihat oleh McCartney. Dengan demikian, lagu ini menggunakan tokoh fiksi untuk menyampaikan persoalan sosial yang nyata di tengah masyarakat.
Lagu "Eleanor Rigby" menyampaikan pesan bahwa kesepian tidak selalu terlihat dari luar.
Seseorang bisa saja berada di tengah keramaian, bekerja setiap hari, dan bertemu banyak orang, tetapi tetap merasa tidak memiliki siapa pun yang benar-benar memahami dirinya.
Pelajaran hidup yang dapat dipetik adalah jangan menunggu seseorang meminta perhatian sebelum kita menunjukkan kepedulian. Sebuah sapaan sederhana dapat berarti sangat banyak bagi orang yang sedang merasa sendirian.