• Info DPR

Puan Maharani: Suara Pemuda Harus Ditindaklanjuti untuk Bangsa

M.Habib Saifullah | Rabu, 28/10/2026 18:15 WIB

Puan Maharani: Suara Pemuda Harus Ditindaklanjuti untuk Bangsa Ketua DPR RI, Puan Maharani. (Foto: dpr.go.id)

JAKARTA - Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan pentingnya memberi ruang lebih luas bagi generasi muda untuk menyampaikan aspirasi, mengembangkan gagasan, dan terlibat dalam menentukan arah masa depan Indonesia.

Suara pemuda, menurutnya, harus didengar dan ditindaklanjuti agar dapat berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.

Pesan tersebut disampaikan Puan dalam momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026, Rabu (28/10). 

Dia menilai, keterlibatan anak muda tidak cukup hanya dengan memberikan kesempatan berbicara, tetapi juga perlu membuka ruang bagi mereka untuk menyampaikan kritik, menawarkan solusi, serta mengekspresikan pendapat dalam kehidupan demokrasi.

“Mendengar pemuda berarti memberi tempat bagi pengalaman dan pemikiran mereka dalam menentukan arah Indonesia. Kita perlu membangun hubungan yang memungkinkan mereka bertanya, menyampaikan kritik, menawarkan solusi, dan mengetahui tindak lanjutnya,” kata Puan.

Menurut Puan, generasi muda saat ini menghadapi tantangan yang semakin beragam, mulai dari disrupsi teknologi, perubahan sosial, hingga tekanan ekonomi. Kondisi tersebut tidak boleh membuat anak muda kehilangan semangat untuk berkembang dan mengambil peran dalam pembangunan.

Sebaliknya, berbagai tantangan itu harus menjadi dorongan untuk terus belajar, berinovasi, dan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Berbagai tantangan yang ada ini harus menjadi sebuah motivasi bagi generasi muda Indonesia, bukan hambatan untuk maju,” ujarnya.

Puan juga menyoroti tema Hari Sumpah Pemuda ke-98, yakni ‘Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia’. Menurutnya, tema tersebut menegaskan bahwa kecintaan terhadap Tanah Air perlu diwujudkan melalui kerja keras, produktivitas, serta kepedulian terhadap sesama.

Dia mengingatkan, semangat persatuan yang dicetuskan para pemuda pada 28 Oktober 1928 harus terus dirawat di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Persatuan tidak berarti menghilangkan perbedaan, melainkan membangun kebersamaan dan memastikan setiap generasi memiliki kesempatan yang setara untuk berkembang.

“Seperti pada 28 Oktober 1928, ketika para pemuda menyatukan tekad melampaui perbedaan asal, suku, dan golongan. Hari ini, semangat itu kita lanjutkan dengan bekerja bersama, menghargai perbedaan, dan membuka kesempatan bagi semua generasi muda untuk maju,” tuturnya.

Di sisi lain, Puan memberikan apresiasi kepada anak muda yang telah berkontribusi di berbagai bidang, termasuk pendidikan, dunia kerja, kewirausahaan, kegiatan sosial, olahraga, dan pengembangan ilmu pengetahuan.

Dia menilai, kontribusi generasi muda tidak hanya terlihat dari prestasi besar yang mendapat perhatian publik. Upaya anak muda di desa maupun daerah yang jauh dari pusat perhatian juga memiliki arti penting bagi kehidupan masyarakat.

“Di antara mereka terdapat anak muda yang belajar sambil bekerja, merintis usaha dengan sumber daya terbatas, serta membantu menopang kehidupan keluarga,” ungkapnya.

Puan menegaskan, DPR RI akan terus menjalankan fungsi kelembagaan untuk memperjuangkan kebijakan yang dapat memperluas kesempatan bagi generasi muda. Dukungan terhadap anak muda dinilai penting agar mereka memiliki akses dan peluang yang memadai untuk meningkatkan kemampuan serta berkontribusi dalam pembangunan nasional.

Dia berharap peringatan Hari Sumpah Pemuda tidak berhenti pada seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun Indonesia yang memberikan ruang bagi seluruh generasi untuk maju.

“Teruslah belajar, berkarya, dan menjaga kepedulian kepada sesama. Indonesia membutuhkan kemampuan generasi muda, dan kemajuan Indonesia perlu membuka masa depan yang semakin baik bagi setiap anak muda,” pungkas Puan.