Penandatangananan Memorandum of Understanding (Mou) anatara PT ASDP Indonesia Ferry dengan Parameswara Ferry Terminal di Kantor Pusat ASDP Jakarta, Kamis (15/10/2026), Foto: asdp/katakini
JAKARTA – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dan Parameswara Ferry Terminal menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) pembukaan lintasan penyeberangan internasional Dumai–Malaka yang menghubungkan Indonesia dan Malaysia di Kantor Pusat ASDP pada Kamis (15/10/2026).
Direktur Operasi dan Transformasi PT ASDP Rio Lasse menyampaikan bahwa penjajakan ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam memperluas peluang konektivitas penyeberangan internasional melalui pendekatan yang terencana dan berbasis kajian.
“Penandatanganan MoU ini menjadi langkah awal bagi ASDP dan Parameswara Ferry Terminal untuk mengevaluasi potensi lintasan Dumai–Malaka secara menyeluruh. Kami ingin memastikan bahwa setiap peluang pengembangan konektivitas didukung oleh kajian yang objektif, mulai dari potensi pasar, kesiapan operasional, hingga kelayakan bisnis dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku di kedua negara,” ujar Rio melalui keterangannya, Sabtu (17/10/2026).
Kerja sama ini menjadi landasan bagi kedua pihak untuk melakukan kajian bisnis secara komprehensif, mencakup potensi permintaan pasar, proyeksi lalu lintas penumpang, aspek teknis dan operasional, kesiapan infrastruktur pelabuhan, hingga aspek regulasi dan perizinan lintas negara.
Kajian tersebut diharapkan menghasilkan rekomendasi yang terukur sebagai dasar pertimbangan dalam menentukan kelayakan pengembangan rute Dumai–Malaka.
“Kolaborasi ini membuka ruang bagi kedua pihak untuk menyatukan pengalaman dan kapabilitas dalam mengidentifikasi peluang sekaligus tantangan pengembangan rute. Kami berharap kajian yang dihasilkan dapat memberikan gambaran yang utuh mengenai kelayakan lintasan, sehingga keputusan untuk melangkah ke tahap selanjutnya dapat didasarkan pada kesiapan dan manfaat yang jelas bagi para pihak maupun masyarakat,” kata Rio.