Wakil Presiden AS JD Vance menyampaikan pidato di Ruang Roosevelt di Gedung Putih di Washington, AS, 31 Juli 2025. REUTERS
JAKARTA - Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance mengisyaratkan bahwa dirinya mungkin berbeda pendapat dengan Presiden Donald Trump mengenai perang Iran, demikian pernyataan Vance dalam sebuah wawancara yang ditayangkan pada Jumat (16/10).
“Bahkan jika Anda tidak sependapat dengannya dalam satu hal itu, Anda tetap bisa memiliki perbedaan pendapat. Dan saya rasa saya pernah berbeda pendapat dalam hal itu,” kata Vance dalam sebuah acara bincang-bincang politik yang dipandu mantan juru bicara Gedung Putih, Sean Spicer.
Vance juga menjawab pertanyaan mengenai hubungannya dengan komentator politik sekaligus mantan sekutu Trump, Tucker Carlson.
Carlson secara terbuka mengkritik perang Iran karena menilai konflik tersebut lebih melayani kepentingan Israel daripada Amerika Serikat serta bertentangan dengan janji Trump untuk menghindari intervensi militer di luar negeri yang membutuhkan biaya besar.
Vance mengatakan Carlson, yang dikenal memiliki pandangan konservatif, sangat marah atas perang tersebut.
“Dia dan saya telah membicarakan hal itu secara pribadi maupun di depan publik. Saya tahu bagaimana perasaannya dan saya memahaminya,” kata Vance.
“Apa yang saya katakan kepada Tucker adalah jangan membuang semua hal baik hanya karena ada sesuatu yang buruk," kata Vance.
"Bukankah penutupan perbatasan dan penghentian diskriminasi rasial yang tidak masuk akal terhadap orang kulit putih dalam penerimaan mahasiswa di universitas merupakan hal-hal yang patut diakui? Bukankah kita perlu mengakui bahwa Donald Trump telah melakukan banyak hal baik?” kata Vance lebih lanjut.
Sumber: Anadolu