Pejuang yang dimobilisasi Houthi naik ke atas mobil di Sanaa, Yaman 21 September 2024. REUTERS
JAKARTA - Dua rudal yang ditembakkan oleh milisi Houthi yang didukung Iran menghantam wilayah Bandara Internasional Aden di kota pelabuhan selatan Yaman pada Jumat malam.
Serangan tersebut terjadi saat sebuah pesawat penumpang sedang bersiap untuk lepas landas, namun tidak ada korban jiwa maupun luka-luka yang dilaporkan.
Dua rudal tersebut jatuh sekitar 500 meter dari pesawat Yemenia Airways penerbangan IY612 yang menuju Kairo, serta kira-kira 100 meter dari titik tengah landasan pacu (runway).
Menteri Informasi Yaman, Moammar Al-Eryani, mengonfirmasi melalui platform media sosial X bahwa seluruh penumpang dan awak pesawat berada dalam kondisi selamat.
Al-Eryani mengecam keras penyerangan tersebut dan menilainya sebagai ancaman langsung terhadap kehidupan penumpang, awak penerbangan, serta keselamatan navigasi udara secara umum.
Ia menegaskan bahwa menargetkan fasilitas bandara sipil yang melayani puluhan penerbangan harian bukanlah pencapaian militer ataupun kemenangan yang dapat dibanggakan, melainkan pelanggaran berat terhadap hukum dan norma internasional.
Selain membahayakan penerbangan sipil, Al-Eryani menyatakan bahwa serangan terhadap bandara turut mengganggu kemampuan warga Yaman yang perlu bepergian ke luar negeri untuk keperluan pengobatan medis maupun pendidikan.
Ia mengapresiasi dukungan Koalisi untuk Mendukung Legalitas di Yaman dan menegaskan pemerintah akan terus bekerja melindungi warga serta fasilitas vital negara dari ancaman Houthi.
Insiden serangan di bandara ini terjadi sehari setelah serangan Houthi terhadap kompleks istana kepresidenan di Aden yang menewaskan sedikitnya lima orang dan melukai 16 lainnya.
Kota Aden sendiri telah berfungsi sebagai pusat pemerintahan Yaman yang diakui secara internasional sejak 2015, tak lama setelah perang saudara pecah di negara tersebut.