• News

Qatar Siap Bantu Sektor Energi Lebanon dan Aktifkan Proyek Bersama

M.Habib Saifullah | Sabtu, 17/10/2026 14:15 WIB

Qatar Siap Bantu Sektor Energi Lebanon dan Aktifkan Proyek Bersama Presiden Lebanon Joseph Aoun. (Foto: REUTERS)

JAKARTA - Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, Jumat (16/10) mengatakan Doha berupaya menyediakan solusi terpadu untuk sektor energi Lebanon dan mengaktifkan proyek-proyek yang sebelumnya telah disepakati kedua negara.

Berbicara setelah bertemu Presiden Lebanon Joseph Aoun di Beirut, Al Thani mengatakan pembicaraan mereka berfokus pada hubungan bilateral dan cara melaksanakan proyek bersama yang dapat berkontribusi terhadap keamanan, stabilitas, dan kemakmuran kawasan.

“Sektor energi merupakan prioritas utama bagi Lebanon,” katanya. Ia menambahkan bahwa pertemuan berikutnya dengan Perdana Menteri Nawaf Salam akan membahas upaya mengaktifkan proyek-proyek yang sebelumnya telah disepakati Beirut dan Doha.

Al Thani juga mengatakan telah membahas perkembangan regional dan internasional dengan Aoun, terutama situasi di Lebanon selatan dan “praktik pendudukan Israel” terhadap negara tersebut.

Ia menegaskan kembali dukungan Qatar terhadap langkah-langkah yang diambil Lebanon serta menekankan perlunya militer Israel menarik diri dari wilayah Lebanon yang diduduki dan menyerahkan wilayah tersebut kepada tentara Lebanon.

Al Thani juga kembali menegaskan dukungan berkelanjutan Qatar terhadap Lebanon.

Secara terpisah, Menteri Luar Negeri Lebanon Youssef Rajji mengatakan bahwa negaranya tetap berkomitmen mempertahankan keberadaan pasukan internasional di Lebanon selatan untuk menggantikan Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) setelah mandat pasukan tersebut berakhir pada akhir tahun ini.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan dengan Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Operasi Perdamaian Jean-Pierre Lacroix, yang turut dihadiri Komandan UNIFIL Diodato Abagnara beserta delegasi, demikian menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri Lebanon.

Pertemuan itu membahas situasi di Lebanon selatan dan masa depan kehadiran pasukan internasional di wilayah tersebut setelah mandat UNIFIL berakhir.

Rajji mengapresiasi pengorbanan pasukan penjaga perdamaian PBB dalam menjaga keamanan dan stabilitas di Lebanon selatan.

Adapun pada Senin (12/10), Dewan Uni Eropa mengadopsi keputusan untuk membentuk misi dukungan baru di Lebanon dengan masa awal tiga tahun guna memperkuat kemampuan tentara Lebanon dan Pasukan Keamanan Dalam Negeri, serta mendukung kedaulatan dan stabilitas negara tersebut.

UNIFIL beroperasi di Lebanon selatan berdasarkan resolusi Dewan Keamanan PBB. Tugasnya mencakup pemantauan penghentian permusuhan dan mendukung pengerahan tentara Lebanon di wilayah operasinya.

Pembahasan mengenai masa depan pasukan tersebut berlangsung ketika mandatnya saat ini mendekati akhir, di tengah konsultasi internasional mengenai bentuk kehadiran PBB di Lebanon selatan pada tahap berikutnya.

Sumber: Anadolu