Simbol nuklir dan bendera Iran terlihat dalam ilustrasi ini, 21 Juli 2022. REUTERS
TEHERAN - Anggota Parlemen Iran, Alaeddin Boroujerdi, menegaskan bahwa negaranya tidak berupaya memproduksi senjata nuklir.
Pernyataan tersebut disampaikan Boroujerdi pada Kamis (8/10) sebagai bentuk penolakan atas tuntutan Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, yang meminta Iran memangkas kapasitas pengayaan uraniumnya.
Boroujerdi, yang bertugas di Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, menyatakan kepada kantor berita Nour News bahwa seluruh program nuklir Iran dijalankan secara patuh di bawah Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (Non-Proliferation Treaty/NPT).
Ia melontarkan kritik langsung terhadap campur tangan Washington atas kebijakan dalam negeri Iran.
"Aktivitas pengayaan Iran tidak ada hubungannya dengan AS, dan Washington seharusnya fokus memenuhi kewajibannya sendiri terkait pengurangan senjata nuklir," ujar Boroujerdi mengutip Aljazeera.
Pernyataan keras dari pihak Iran ini keluar menyusul desakan Wakil Presiden AS JD Vance yang meminta Tehran melakukan pengurangan "signifikan" (meaningful reduction) pada kapasitas pengayaan uraniumnya.
Menurut Vance, pembatasan nuklir tersebut menjadi syarat utama dalam bagian kesepakatan untuk mengakhiri perang.