PT BNI Tbk berkomitmen memperkuat kapasitas dan pasar bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang bergerak di ekosistem batik.
JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI berkomitmen memperkuat kapasitas dan pasar bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang bergerak di ekosistem batik.
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat, mengatakan batik tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga menjadi bagian dari kegiatan ekonomi yang melibatkan banyak perajin dan pelaku UMKM.
“Karena itu, pelestarian batik perlu berjalan beriringan dengan penguatan kapasitas usaha, perluasan pasar, dan keberlanjutan para pelakunya,” kata Okki.
Dia menjelaskan komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai bentuk dukungan, mulai dari partisipasi dalam kegiatan budaya hingga pemberdayaan pelaku usaha.
BNI berupaya membuka ruang yang lebih luas agar produk batik dan kriya Indonesia semakin dikenal serta memiliki kesempatan untuk berkembang.
Salah satu dukungan tersebut diwujudkan melalui partisipasi BNI dalam Puspa Nuswantara 2026 pada Juli lalu di Jakarta. Dalam kegiatan tersebut, BNI menghadirkan UMKM binaan untuk memperluas eksposur produk batik dan kriya dari berbagai daerah.
BNI juga mendukung peningkatan kapasitas perajin melalui pelatihan dan pendampingan, termasuk dalam pengembangan produk dan penerapan praktik usaha yang lebih berkelanjutan.
Upaya tersebut diarahkan agar pelaku usaha dapat terus berinovasi dan memperkuat daya saing.
“Pelestarian budaya tidak berhenti pada menjaga warisan yang sudah ada, tetapi juga bagaimana memastikan para pelaku di dalamnya dapat terus berkembang. Karena itu, kami berupaya menghubungkan pelestarian budaya dengan pemberdayaan UMKM, pengembangan produk, dan perluasan pasar,” jelas Okki.
Dia menambahkan, BNI, sebagai BUMN dalam ekosistem Danantara Indonesia, terus mendukung penguatan sektor produktif, termasuk industri kreatif berbasis budaya yang tumbuh di berbagai daerah.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas UMKM sekaligus mendorong produk budaya Indonesia agar memiliki daya saing yang makin baik.