Ilustrasi - tempat pengisian bahan bakar (Foto: Associated Press)
JAKARTA - Negara-negara Uni Eropa (UE) menggelar pertemuan darurat pada Jumat (2/10), guna merumuskan respons bersama terhadap lonjakan harga diesel, sehari setelah Amerika Serikat (AS) mendesak sekutu-sekutunya di Eropa untuk segera melepas cadangan BBM strategis.
Pertemuan darurat antara negara-negara anggota UE dan Komisi Eropa ini dijadwalkan berlangsung pada pagi hari untuk mengatasi krisis energi yang sedang berlangsung, dikutip dari AFP pada Jumat (2/1).
Langkah tersebut diambil di tengah tekanan berat dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump yang meminta negara-negara Eropa, khususnya Prancis dan Jerman, untuk membuka stok cadangan diesel guna menekan lonjakan harga akibat perang AS dengan Iran.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent secara terbuka mendesak para mitra Eropa untuk mempercepat realisasi komitmen pasokan, guna mengatasi gangguan pasokan energi.
"Mitra-mitra Eropa kami harus mempercepat pengiriman atas komitmen yang ada dan segera menyediakan pasokan tambahan untuk mengatasi gangguan yang sedang berlangsung," kata Bessent.
Tekanan dari Washington kian memuncak setelah Trump pada 30 September mengisyaratkan kemungkinan pemberlakuan larangan ekspor diesel dari AS, meski mengakui langkah tersebut berisiko memicu kenaikan harga bensin.
Kepala Perdagangan UE Maros Sefcovic memperingatkan bahwa potensi larangan ekspor diesel oleh AS akan membawa dampak yang sangat dramatis bagi kinerja perekonomian Eropa.
Sementara itu, Menteri Delegasi Perdagangan Luar Negeri Prancis Nicolas Forissier menegaskan bahwa Prancis dan mitra internasional akan berupaya mencari solusi seimbang untuk mengatasi krisis pasokan.
Berdasarkan data klub otomotif AAA, rata-rata harga diesel di AS telah melonjak lebih dari 70 persen hingga menyentuh USD$6,39 per galon sejak pecahnya perang dengan Iran.
Melambungnya harga bahan bakar ini kini menjadi ancaman politik bagi Partai Republik pimpinan Trump, yang mengkhawatirkan potensi kehilangan kendali atas Kongres pada pemilu sela November mendatang.
Sebagai langkah koordinasi lanjutan, Presiden Prancis Emmanuel Macron berencana menggelar pertemuan video bersama para pimpinan negara anggota G-7 pada pertengahan Oktober mendatang, guna membahas berbagai opsi penanganan krisis, termasuk skema pelepasan cadangan BBM secara terkoordinasi.