Logo Google hasil cetak 3D terlihat dalam ilustrasi yang diambil pada 12 April 2020 (Foto: Reuters)
JAKARTA - Hakim federal New York mengizinkan penerbit media USA Today, Daily Mail, serta kelompok ribuan penerbit lainnya untuk menuntut ganti rugi lebih dari USD$3,2 miliar dari Alphabet Inc., atas dugaan monopoli pasar teknologi periklanan oleh Google.
Dalam putusannya, Hakim Distrik AS P. Kevin Castel di Manhattan mengizinkan persidangan dengan juri berjalan untuk mengadili praktik bisnis Google, terkait bursa iklan AdX yang telah merugikan para penerbit media besar.
Hakim Castel menolak upaya Google untuk memprotes perhitungan ganti rugi, dan memutuskan bahwa sekitar 5.000 penerbit dapat menuntut ganti rugi sekitar USD$1,7 miliar.
Selain gugatan kelompok tersebut, USA Today dan Daily Mail yang mengajukan gugatan secara terpisah masing-masing diizinkan untuk menuntut ganti rugi sebesar USD$900 juta dan USD$600 juta, sebagaimana dikutip dari Bloomberg pada Jumat (2/1).
Kepala Penasihat Hukum USA Today, Polly Grunfeld Sack, menyatakan bahwa putusan ini memberi jalan bagi pihaknya untuk mengejar ganti rugi hingga USD$1 miliar secara global, sebelum penggandaan nilai berdasarkan hukum antimonopoli.
Sementara itu, Philip Korologos dari kantor hukum Boies Schiller Flexner yang mewakili para penerbit menegaskan kesiapan timnya untuk membuktikan klaim tersebut di persidangan.
Di sisi lain, pihak Google menyampaikan bahwa keputusan hakim juga membatalkan klaim dari beberapa penerbit yang menggunakan alat pembelian iklan yang berbeda. Google menegaskan akan membela diri dan menghadapi sisa tuntutan tersebut di pengadilan.
Gugatan ganti rugi di New York ini berkaitan dengan tuduhan monopoli teknologi periklanan, yang sebelumnya juga diseret ke pengadilan oleh Departemen Kehakiman AS dan sejumlah negara bagian pada 2023.
Sebelumnya, seorang hakim federal di Virginia menemukan bahwa Google secara ilegal memonopoli dua pasar teknologi iklan, dan memutuskan pada September agar alat periklanan Google dapat bekerja sama dengan milik pesaing, meski menolak perintah pemisahan unit bisnis perusahaan tersebut.
Kendati demikian, hingga saat ini, Hakim Castel belum menetapkan jadwal resmi pelaksanaan sidang juri di New York.