• News

Peretas dari AS, Prancis, dan Singapura Coba Ganggu Sistem Pemilu Rusia

M.Habib Saifullah | Jum'at, 25/09/2026 19:45 WIB

Peretas dari AS, Prancis, dan Singapura Coba Ganggu Sistem Pemilu Rusia Ilustrasi peretasan oleh seorang pria yang dibuat pada 13 Mei 2017. Foto: Reuters

JAKARTA - Para peretas dari Amerika Serikat, Prancis, dan Singapura berusaha mengganggu proses pemungutan suara elektronik jarak jauh selama pemilihan umum State Duma (parlemen Rusia) baru-baru ini.

Penyedia layanan digital terbesar Rusia, Rostelecom, pada Jumat menyampaikan bahwa lalu lintas web berbahaya tersebut berasal dari alamat IP di lebih dari 30 negara, termasuk Inggris dan Ukraina.

"Serangan paling intens berasal dari jaringan di negara-negara yang tidak bersahabat. Lalu lintas berbahaya datang dari rentang IP di lebih dari 30 negara, termasuk Inggris dan Ukraina. Khususnya, AS, Prancis, dan Singapura diidentifikasi sebagai sumber utama serangan terhadap infrastruktur pemungutan suara elektronik," bunyi pernyataan perusahaan tersebut.

Rostelecom memelihara saluran komunikasi dan infrastruktur yang aman di tempat-tempat pemungutan suara selama periode tiga hari pemilihan pada pekan lalu. Perusahaan menyiapkan pengawasan video di 89 wilayah serta memastikan keamanan siber dan kelancaran operasi platform pemungutan suara elektronik jarak jauh federal.

Para ahli teknologi berhasil menangkis lebih dari 3.000 gelombang serangan distributed denial-of-service (DDoS) yang mencapai kecepatan hingga 1,7 Tbps. Mereka juga memblokir lebih dari 170 juta upaya berbahaya yang menyasar layanan web, serta mencegah akses tidak sah ke infrastruktur.

Upaya pengamanan tersebut berfokus terutama pada pencegahan agar hasil pemungutan suara tidak diubah atau dibocorkan secara prematur.

Rostelecom menyebutkan bahwa intensitas dan volume serangan ini melebihi insiden serupa yang terjadi pada proses pemilihan sebelumnya di tahun 2024.

Adapun target utamanya adalah sistem e-government, termasuk Sistem Identifikasi dan Autentikasi Terpadu (ESIA) dan portal layanan negara Gosuslugi, serta infrastruktur Rostelecom, sistem pemungutan suara elektronik jarak jauh, dan Komisi Pemilihan Umum Pusat (CEC).

Sumber: Sputnik