Ilustrasi - Hari Rabies Sedunia diperingati setiap 28 September, ini sejarah hingga maknanya (Foto: Ist)
JAKARTA - Penyakit rabies masih menjadi salah satu ancaman kesehatan publik yang serius di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.
Infeksi virus mematikan yang menyerang sistem saraf pusat manusia dan mamalia ini utamanya ditularkan melalui gigitan, cakaran, maupun air liur hewan yang terinfeksi.
Anjing menjadi perantara utama dalam mayoritas kasus penularan kepada manusia, disusul oleh kucing dan kera.
Meski memiliki tingkat kematian yang hampir mencapai seratus persen ketika gejala klinis mulai muncul, rabies sebenarnya merupakan penyakit yang dapat dicegah secara total.
Kesadaran akan bahaya laten ini melatarbelakangi lahirnya momentum peringatan global setiap tanggal 28 September.
Penetapan tanggal tersebut secara khusus merujuk pada hari wafatnya Louis Pasteur, ilmuwan besar asal Prancis yang mengukir sejarah penemuan medis lewat racikan vaksin rabies pertama pada akhir abad ke-19.
Karya monumental Pasteur tidak hanya menjadi fondasi imunologi modern, tetapi juga berhasil menyelamatkan jutaan nyawa manusia dan hewan dari ancaman kematian tragis akibat infeksi zoonosis.
Upaya penanggulangan rabies membutuhkan penanganan yang cepat dan tepat, terutama pada saat insiden gigitan baru saja terjadi.
Tindakan krusial yang wajib dilakukan pertama kali adalah membasuh luka gigitan menggunakan air mengalir dan sabun selama lima belas menit.
Langkah fisik yang terkesan sederhana ini terbukti secara medis efektif melarutkan lapisan luar virus sebelum sempat menginfeksi jaringan saraf.
Setelah pembersihan awal dan pemberian antiseptik, korban gigitan harus segera dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan suntikan Vaksin Anti Rabies maupun Serum Anti Rabies sesuai tingkat keparahan luka.
Langkah preventif paling efektif dalam memutus rantai penularan rabies terletak pada benteng kekebalan hewan peliharaan itu sendiri.
Melalui komitmen global untuk meniadakan kasus kematian manusia akibat rabies yang ditularkan anjing pada tahun 2030, partisipasi aktif dari masyarakat menjadi kunci utama.
Para pemilik hewan diimbau untuk konsisten membawa hewan kesayangan mereka ke pos keswan maupun klinik veteriner demi mendapatkan vaksinasi rabies secara berkala setiap tahunnya.