• Gaya Hidup

Hari Pertambangan dan Energi Setiap 28 September, Ini Sejarahnya

Vaza Diva | Senin, 28/09/2026 12:05 WIB

Hari Pertambangan dan Energi Setiap 28 September, Ini Sejarahnya Ilustrasi - Hari Pertambangan dan Energi setiap 28 September, ini sejarah hingga maknanya (Foto: REUTERS)

JAKARTA - Setiap tanggal 28 September, Indonesia memperingati Hari Pertambangan dan Energi.

Momen bersejarah ini menandai titik awal penguasaan sumber daya alam nasional oleh bangsa Indonesia sendiri setelah proklamasi kemerdekaan, sekaligus menjadi cikal bakal berdirinya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Dihimpun dari berbagai sumber , berikut laporan mengenai asal-usul dan signifikansi peringatan Hari Pertambangan dan Energi.

Sejarah peringatan ini berakar dari aksi pengambilalihan kekuasaan sektor pertambangan dan geologi dari tangan militer Jepang pasca-Proklamasi Kemerdekaan 1945.

Pada masa pendudukan Jepang, lembaga pengelola geologi dan pertambangan dinamai Chisitsu Chosajo yang berpusat di Gedung Geologi, Bandung.

Pada 28 September 1945, sekelompok pemuda dan pegawai pertambangan yang tergabung dalam Komite Nasional Indonesia Bagian Pertambangan bertindak cepat untuk merebut kantor tersebut secara damai namun tegas.

Setelah gedung berhasil dikuasai, para pemuda segera mengubah nama lembaga tersebut menjadi Pusat Jawatan Tambang dan Geologi.

Aksi heroik ini memastikan seluruh data geologi, peta pertambangan, dan kekayaan mineral Indonesia berada di bawah kendali penuh Pemerintah Republik Indonesia.

Meskipun peristiwanya terjadi pada tahun 1945, penetapan tanggal tersebut sebagai hari peringatan resmi negara baru dilakukan beberapa dekade kemudian.

Keputusan Presiden No. 22 Tahun 2008: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono secara resmi menetapkan tanggal 28 September sebagai Hari Pertambangan dan Energi.

Penetapan ini ditujukan untuk mengenang jasa para pejuang sektor ESDM serta memupuk semangat kebangsaan dalam mengelola sumber daya alam sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945.

Pengambilalihan Chisitsu Chosajo menjadi fondasi awal kelembagaan tata kelola energi nasional yang terus berkembang seiring berjalannya waktu:

1945: Pusat Jawatan Tambang dan Geologi.

1952: beralih menjadi Djawatan Pertambangan di bawah Departemen Perindustrian.

1978: dibentuk Departemen Pertambangan dan Energi.

2000 – Sekarang: bertransformasi menjadi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).