• Gaya Hidup

Penyebab Bangun Tidur Masih Terasa Lelah dan Cara Mengatasinya

M.Habib Saifullah | Senin, 07/09/2026 06:05 WIB
Penyebab Bangun Tidur Masih Terasa Lelah dan Cara Mengatasinya Ilustrasi - Bangun tidur (Foto: Unsplash/Bruce Mars)

JAKARTA - Tidur malam idealnya menjadi waktu bagi tubuh untuk beristirahat, memulihkan energi, serta memperbaiki jaringan sel yang rusak.

Namun, tidak sedikit orang yang justru mengeluhkan kondisi tubuh tetap lelah, lemas, dan kaku saat terbangun di pagi hari meskipun durasi tidurnya sudah terpenuhi.

Pakar kesehatan mengonfirmasi bahwa fenomena tersebut kerap dipicu oleh kualitas tidur yang buruk (sleep inertia), gangguan ritme sirkadian, hingga kebiasaan buruk sebelum tidur.

Dihimpun dari berbagai sumber, berikut ini beberapa faktor utama penyebab bangun tidur masih terasa lelah serta langkah efektif untuk mengatasinya:

1. Kualitas Tidur yang Kurang Nyenyak

Durasi tidur yang cukup (7–8 jam) tidak menjamin tubuh mendapatkan istirahat berkualitas jika fase tidur dalam (deep sleep) sering terganggu. Konsumsi kafein atau alkohol sebelum tidur dapat merusak arsitektur tidur sehingga tubuh gagal mencapai fase pemulihan total.

2. Inersia Tidur (Sleep Inertia)

Bangun secara mendadak di tengah fase tidur nyenyak akibat alarm yang keras dapat memicu kondisi kebingungan mental dan lemas yang bertahan hingga beberapa jam.

3. Gangguan Pernapasan saat Tidur (Sleep Apnea)

Penderita sleep apnea mengalami henti napas sejenak secara berulang saat tidur. Kondisi ini membuat otak kekurangan suplai oksigen dan memaksa tubuh terbangun berkali-kali tanpa disadari, meninggalkan rasa lelah ekstrem di pagi hari.

4. Penggunaan Layar Ponsel Sebelum Tidur

Paparan sinar biru (blue light) dari layar smartphone atau televisi menekan produksi hormon melatonin. Hal ini mengacaukan jam biologis tubuh sehingga tidur menjadi dangkal dan tidak berkualitas.

5. Dehidrasi dan Pola Makan Buruk

Kurang asupan air putih sebelum tidur atau mengonsumsi makanan berat tinggi gula menjelang malam dapat memicu lonjakan kadar gula darah yang kemudian anjlok saat pagi, meninggalkan rasa lemas dan pusing.