• Gaya Hidup

5 Dampak Buruk Abu Vulkanik Bagi Kesehatan

M.Habib Saifullah | Minggu, 06/09/2026 17:35 WIB
5 Dampak Buruk Abu Vulkanik Bagi Kesehatan Arsip foto - Gunung Anak Krakatau (foto: wahananews.co)

JAKARTA - Abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau dilaporkan meluas hingga ke sejumlah wilayah di Pulau Jawa dan Sumatera.

Berdasarkan informasi BMKG, sebaran abu terdeteksi mencapai wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Lampung, Bengkulu, Sumatera Selatan hingga Sumatera Barat.

Perlu diketahui bahwa abu vulkanik berbeda dari debu rumah biasa, abu vulkanik terdiri dari partikel-partikel batuan tajam, kristal silika, dan gas asam yang berukuran sangat halus.

Jika terpapar dalam jumlah banyak atau durasi panjang, abu vulkanik dapat mengganggu fungsi organ tubuh.

Dihimpun dari berbagai sumber, berikut ini lima dampak buruk abu vulkanik bagi kesehatan manusia yang perlu diwaspadai saat terjadi erupsi gunung berapi:

1. Gangguan Pernapasan Akut dan Kronis

Partikel halus berukuran kurang dari 10 mikron (PM10) dapat terhirup hingga ke dalam paru-paru. Hal ini memicu batuk, sesak napas, nyeri dada, hingga rasa terbakar di tenggorokan.

Bagi penderita asma atau Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), paparan abu vulkanik dapat memperburuk gejala secara drastis (eksaserbasi).

2. Iritasi dan Luka pada Mata

Butiran abu yang runcing dan berbatu dapat menyebabkan iritasi mata, kemerahan, rasa mengganjal, serta produksi air mata berlebih.

Menggosok mata yang terkena abu vulkanik sangat berbahaya karena berisiko memicu goresan atau kornea tergores (abrasi kornea).

3. Iritasi Kulit dan Alergi

Kontak langsung abu vulkanik yang bersifat asam dengan kulit basah atau berkeringat dapat menyebabkan kulit kemerahan, gatal-gatal, dan peradangan (dermatitis).

Risiko ini meningkat pada individu yang memiliki riwayat kulit sensitif atau alergi debu.

4. Bahaya Silikosis Akibat Paparan Jangka Panjang

Abu vulkanik umumnya mengandung kristal silika bebas. Jika terhirup terus-menerus dalam jangka panjang (seperti oleh warga di sekitar lereng aktif), partikel ini dapat memicu timbulnya jaringan parut di paru-paru yang dikenal sebagai penyakit silikosis, sebuah kondisi penurunan fungsi paru-paru yang bersifat permanen.

5. Masalah Pencernaan Akibat Terkontaminasi

Abu vulkanik yang mengendap pada sumber air minum dan makanan terbuka dapat membawa kandungan logam berat serta bahan kimia beracun. Mengonsumsi air atau makanan yang terkontaminasi abu vulkanik dapat menyebabkan sakit perut, mual, hingga infeksi saluran pencernaan.