Ilustrasi nyamuk (foto: hellosehat.com)
JAKARTA - Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi salah satu ancaman kesehatan utama di Indonesia.
Mengetahui keberadaan nyamuk penular penyakit ini sejak dini menjadi langkah krusial dalam upaya pencegahan.
Vektor utama penyebar virus dengue adalah nyamuk Aedes aegypti, yang memiliki karakteristik fisik serta pola perilaku berbeda dibandingkan dengan jenis nyamuk rumah biasa.
Dihimpun dari berbagai sumber, berikut ini lima ciri utama nyamuk DBD beserta penjelasannya yang perlu diwaspadai di lingkungan rumah:
1. Tubuh Bergelang Hitam dan Putih
Karakteristik paling mencolok dari Aedes aegypti adalah corak belang-belang hitam dan putih pada seluruh bagian tubuh serta kakinya. Ukuran tubuhnya cenderung kecil hingga sedang, yakni berkisar antara 4 sampai 7 milimeter.
2. Aktif Menggigit pada Pagi dan Sore Hari
Berbeda dari nyamuk culex yang sering menggigit pada malam hari, nyamuk DBD aktif mencari darah pada siang hari (diurnal). Waktu puncak gigitannya terjadi dua kali sehari, yakni di pagi hari (sekitar pukul 08.00–10.00) dan sore hari (sekitar pukul 15.00–17.00).
3. Terbang Rendah dan Suara Halus
Nyamuk Aedes aegypti umumnya terbang rendah mendekati permukaan lantai atau di bawah meja, dengan ketinggian jelajah tak lebih dari 1,5 meter. Selain itu, kepakan sayapnya menghasilkan suara yang halus sehingga keberadaannya kerap tidak disadari oleh calon korbannya.
4. Menyukai Genangan Air Bersih
Nyamuk betina Aedes aegypti memilih bertelur di wadah yang berisi air bersih dan tenang yang tidak langsung bersentuhan dengan tanah. Tempat favorit perkembangbiakannya meliputi bak mandi, tempat penampungan air, vas bunga, serta wadah bekas yang menampung air hujan.
5. Gemar Hinggap di Pakaian Menggantung
Setelah kenyang mengisap darah, nyamuk DBD tidak langsung terbang jauh, melainkan beristirahat di tempat-tempat lembap dan gelap di dalam rumah. Salah satu tempat favorit hinggapnya adalah tumpukan atau gantungan pakaian bekas pakai di dalam kamar.