• Gaya Hidup

Bebas Financial Anxiety, Ini Cara Mengatur Gaji Bulanan yang Efektif

M.Habib Saifullah | Sabtu, 05/09/2026 05:05 WIB
Bebas Financial Anxiety, Ini Cara Mengatur Gaji Bulanan yang Efektif Ilustrasi Rupiah (Foto: Yahoo)

JAKARTA - Mengelola keuangan pribadi secara bijak kerap menjadi tantangan besar bagi pekerja muda yang baru mulai meniti karier maupun memasuki dunia kerja (first jobber).

Tanpa perencanaan anggaran yang terstruktur, fenomena "gaji hanya numpang lewat" hingga kesulitan menyisihkan tabungan di akhir bulan sering kali tidak terhindarkan.

Salah satu metode pengelolaan keuangan paling efektif dan mudah diterapkan oleh pekerja muda adalah rumus 50/30/20.

Metode yang pertama kali dipopulerkan oleh pakar kebangkrutan Harvard yang juga senator AS, Elizabeth Warren, ini membagi penghasilan bersih bulanan ke dalam tiga pos utama secara proporsional.

Dihimpun dari berbagai sumber, berikut tata cara menerapkan rumus 50/30/20 untuk mengatur gaji bulanan pekerja muda:

1. 50 Persen untuk Kebutuhan Pokok (Needs)

Setengah dari total gaji bersih dialokasikan khusus untuk membiayai kebutuhan esensial yang tidak bisa ditawar.

Pos ini mencakup biaya sewa tempat tinggal (kos/kontrak), cicilan rutin, tagihan listrik dan air, belanja bahan pangan harian, transportasi kerja, serta biaya kesehatan dasar.

Jika pengeluaran pokok melebihi angka 50 persen, hal itu menjadi sinyal untuk mengevaluasi kembali gaya hidup atau menekan pengeluaran variabel.

2. 30 Persen untuk Keinginan dan Gaya Hidup

Dialokasikan sebesar 30 persen untuk memenuhi kebutuhan sekunder yang menunjang kenyamanan dan kesehatan mental (mental health).

Pos ini meliputi biaya hiburan, langganan layanan streaming, belanja pakaian, makan di luar (dining out), hingga liburan.

Pembatasan 30 persen ini bertujuan agar pekerja muda tetap bisa menikmati hasil kerja tanpa mengorbankan stabilitas finansial.

3. 20 Persen untuk Tabungan dan Masa Depan (Financial Goals)

Porsi sebesar 20 persen disisihkan di awal penerimaan gaji (pay yourself first) untuk mengamankan masa depan finansial.

Pos ini diprioritaskan untuk membangun dana darurat (emergency fund), instrumen investasi, dana pensiun, serta pelunasan utang konsumtif jika ada.