• News

Iran Kirim Pendapatan Minyak Rp133 Triliun ke Bank Sentral

M.Habib Saifullah | Minggu, 30/08/2026 04:05 WIB
Iran Kirim Pendapatan Minyak Rp133 Triliun ke Bank Sentral Citra satelit menunjukkan terminal minyak di Pulau Kharg, Iran, 25 Februari 2026 (Foto: Reuters)

JAKARTA - Iran telah mentransfer $7,5 miliar dolar AS (sekitar Rp133 triliun) pendapatan dari penjualan minyak selama empat bulan pertama tahun kalender Iran saat ini ke bank sentral.

Dana tersebut diperkirakan cukup untuk menutupi kebutuhan pengeluaran pemerintah dalam valuta asing selama periode Juli hingga Desember, menurut laporan kantor berita semi-resmi Fars pada Sabtu yang mengutip informasi dari Kementerian Perminyakan Iran.

Iran memiliki persediaan minyak yang cukup untuk dijual di luar wilayah yang terdampak blokade angkatan laut AS guna memenuhi target pendapatan yang ditetapkan dalam anggaran negara untuk periode 21 Maret 2026 hingga 20 Maret 2027, menurut laporan tersebut.

Pendapatan minyak Iran pada periode 21 Maret hingga 22 Juli, atau empat bulan pertama tahun Iran, mencapai 99 persen dari target yang diproyeksikan dalam anggaran untuk periode tersebut.

Perkembangan ini terjadi di tengah blokade angkatan laut AS terhadap Iran yang telah mengganggu ekspor minyak dan perdagangan maritim Teheran.

Selat Hormuz, jalur strategis bagi pengiriman energi global, tetap menjadi salah satu titik utama dalam konflik AS-Iran. Iran menutup jalur perairan strategis tersebut, sementara AS menuntut agar Selat Hormuz dibuka kembali untuk pelayaran yang bebas dan tanpa hambatan.

Berdasarkan nota kesepahaman yang dicapai pada Juni untuk mengakhiri perang AS-Iran, pencabutan blokade angkatan laut AS dan pembukaan kembali Selat Hormuz menjadi salah satu ketentuan utama.

Pejabat Iran menyatakan Teheran tidak akan sepenuhnya membuka kembali jalur perairan tersebut sampai Washington memenuhi komitmennya, termasuk mencabut blokade dan sanksi serta membebaskan aset-aset Iran yang dibekukan.

Sumber: Anadolu