Peneliti senior Swarna Dwipa Institute (SDI) dan juga kader Partai Amanat Nasional (PAN) Lutfi Nasution. Foto: dok. katakini
JAKARTA – Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia (RI) dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN), partai yang didirikan Amien Rais pada 23 Agustus 1998 tersebut berkomitmen terus mengawal program Asta Cita pemerintahan Presiden Parabowo Subianto.
Hal ini disampaikan oleh kader PAN yang juga peneliti senior Swarna Dwipa Institute (SDI) Lutfi Nasution di Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Lutfi mengatakan, PAN yang lahir di era Reformasi menghadirkan sebuah momentum reflektif bagaimana napas perubahan 1998 terus disenyawakan dengan denyut pembangunan nasional.
“Kemerdekaan 1945 menegaskan bahwa bangsa Indonesia adalah tuan di rumahnya sendiri, dengan cita-cita luhur untuk melindungi segenap bangsa Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, dan mencerdaskan kehidupan bangsa,” kata Lutfi.
Namun, lanjutnya, mengisi kemerdekaan adalah pekerjaan rumah yang tak pernah selesai. “Kemerdekaan sejati menuntut keadilan sosial yang merata, pengentasan kemiskinan, kemandirian pangan dan energi, serta tegaknya supremasi hukum.”
“Dalam usianya yang menginjak 28 tahun, PAN berkomitmen penuh untuk mengawal keberlanjutan program MBG, KDMP/K, KNMP, hingga Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih melalui fungsi legislasi, pengawasan parlemen, serta kerja nyata di eksekutif,” katanya.
Menurutnya, PAN meyakini bahwa Asta Cita adalah jembatan emas yang menghubungkan cita-cita Proklamasi 1945 (kesejahteraan umum) dengan semangat Reformasi 1998.
“Dengan memastikan program-program pro-rakyat ini berjalan tepat sasaran, inklusif, dan akuntabel, PAN terus menjaga agar api demokrasi dan reformasi tetap membara untuk kemakmuran rakyat,” pungkasnya.