• News

ASDP Andalkan Cabang Luwuk Menjaga Mobilitas Masyarakat Banggai hingga Kawasan 3T

Aliyudin | Kamis, 23/07/2026 09:18 WIB
ASDP Andalkan Cabang Luwuk Menjaga Mobilitas Masyarakat Banggai hingga Kawasan 3T Pelabuhan penyeberangan Luwuk Banggai, Sulawesi Tengah. Foto: asdp/katakini

JAKARTA – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menjadikan Cabang Luwuk Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) sebagai penghubung yang menjaga konektivitas masyarakat di wilayah Banggai hingga kawasan 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).

"Cabang Luwuk mencerminkan salah satu wajah utama ASDP sebagai penghubung antarpulau yang menjaga konektivitas hingga kawasan 3T,” kata Direktur Utama ASDP, Heru Widodo melalui keterangannya, Kamis (23/7/2026).

Cabang Luwuk mengoperasikan enam armada, yakni KMP Moinit dan KMP Dolosi yang melayani lintasan komersial. Lalu, KMP Tuna Tomini, KMP Teluk Tolo, KMP Cengkih Afo, dan KMP Tanjung Api yang melayani lintasan perintis di kawasan Banggai dan sekitarnya, juga lintasa komersial secara parsial.

Keenam kapal tersebut menjadi tulang punggung layanan penyeberangan dalam menjaga kelancaran mobilitas masyarakat, distribusi kebutuhan pokok, logistik, serta akses menuju layanan pendidikan, kesehatan, dan pusat-pusat kegiatan ekonomi di wilayah kepulauan.

Melalui layanan perintis, ASDP menghubungkan berbagai kawasan strategis melalui lintasan Luwuk–Banggai, Banggai–Boniton, Banggai–Kaukes, Banggai–Bobong, Banggai–Paisulamo, Paisulamo–Dungkean, Ampana–Wakai, Wakai–Gorontalo, Wakai–Toboli, Ampana–Pasokan, Pasokan–Dolong, hingga Dolong–Marisa.

Sementara itu, pada layanan komersial, ASDP mengoperasikan lintasan Pagimana–Gorontalo, Luwuk–Saiyong, dan Kolonodale–Baturube yang berperan penting membuka akses transportasi menuju kawasan kepulauan dan wilayah dengan keterbatasan aksesibilitas.

Sepanjang Januari hingga Juni 2026, ASDP Cabang Luwuk telah melayani 109.521 penumpang dan 47.334 kendaraan.

Executive Director ASDP Regional 4, Syamsudin, menjelaskan tiga lintasan dengan kontribusi trafik terbesar, yakni Pagimana–Gorontalo, Luwuk–Saiyong, dan Kolonodale–Baturube, menyumbang sekitar 77,10 persen dari total produksi layanan Cabang Luwuk.

"Ketiga lintasan ini menjadi koridor strategis yang mendukung mobilitas masyarakat sekaligus jalur distribusi berbagai komoditas unggulan, seperti hasil perikanan, kopra, kelapa, dan bahan bangunan,” kata Syamsudin.

“Layanan penyeberangan ASDP turut memperkuat konektivitas Sulawesi Tengah, Gorontalo, dan Sulawesi Utara, membuka akses menuju destinasi wisata, memperlancar rantai pasok logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan daerah," imbuh Syamsudin.