Gedung Sate di Bandung Jawa Barat (Foto: Ist)
JAKARTA - Udara sejuk dan kreativitas tanpa batas selalu berhasil membawa ribuan wisatawan kembali ke Kota Kembang.
Menjelang libur panjang pertengahan Mei 2026, arus kendaraan menuju Bandung diprediksi akan mengalami peningkatan signifikan.
Bagi Anda yang berencana berlibur, pemilihan destinasi yang tepat adalah kunci agar waktu istirahat tetap berkualitas.
Bagi pencinta alam dan fotografi, Orchid Forest Cikole di Lembang tetap menjadi primadona. Kawasan ini menawarkan pesona hutan pinus yang dipadukan dengan koleksi anggrek langka.
Saat malam tiba, jembatan gantung Wood Bridge yang ikonik akan menyala indah dengan lampu-lampu estetik. Tempat ini sangat cocok bagi keluarga yang ingin menghirup udara segar sekaligus menjauh sejenak dari hiruk-pikuk kota.
Destinasi ini menawarkan pengalaman unik berupa miniatur keberagaman budaya dari tujuh negara di Asia dan Afrika.
Dengan kontur tanah yang berbukit, wisatawan bisa berfoto dengan latar belakang arsitektur tradisional Jepang, Korea, hingga Maroko.
Selama long weekend, tempat ini biasanya menyediakan penyewaan baju adat, menjadikannya lokasi favorit untuk mengisi feed media sosial Anda.
Bergerak ke arah Selatan, tepatnya di Pangalengan, Nimo Highland menawarkan pemandangan hamparan kebun teh 360 derajat. Daya tarik utamanya adalah jembatan kaca berbentuk huruf U yang memberikan sensasi berjalan di atas awan.
Dengan bangunan berwarna putih-biru ala Santorini, tempat ini adalah lokasi terbaik bagi Anda yang ingin menikmati matahari terbit (sunrise) dengan suasana yang tenang dan udara yang sangat dingin.
Liburan ke Bandung terasa kurang lengkap tanpa mencicipi kulinernya. Di Floating Market Lembang, Anda bisa menikmati berbagai jajanan tradisional Sunda yang dijajakan dari atas perahu.
Selain kuliner, kawasan ini terus berinovasi dengan wahana baru seperti Rainbow Slide yang memacu adrenalin. Destinasi ini sangat direkomendasikan bagi keluarga yang membawa anak kecil karena banyaknya aktivitas edukatif.
Bagi Anda yang tidak ingin terjebak macet menuju area perbukitan, Jalan Braga adalah pilihan yang tepat. Berjalan kaki di sepanjang trotoar yang dikelilingi bangunan tua bergaya kolonial memberikan nuansa "Paris van Java" yang kental.
Kini, Braga semakin hidup dengan banyaknya kafe specialty coffee, galeri seni, dan musisi jalanan yang menambah suasana romantis di sore hari.