Ilustrasi - ini sunah dan adab yang dianjurkan sebelum salat Jumat dari Nabi Muhammad SAW (Foto: Pexels/Necati Ömer Karpuzoğlu)
JAKARTA - Hari Jumat memegang kedudukan istimewa dalam Islam sebagai hari raya mingguan.
Untuk menyambut kemuliaan tersebut, setiap Muslim dianjurkan menjalankan rangkaian adab agar ibadah yang dilakukan tidak hanya sekadar ritual, melainkan menjadi sarana penggugur dosa.
Membersihkan seluruh tubuh melalui mandi besar sebelum melangkah ke masjid sangat ditekankan oleh Rasulullah SAW sebagai bentuk kesiapan fisik dan ruhani.
عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: إِذَا جَاءَ أَحَدُكُمُ الْجُمُعَةَ فَلْيَغْتَسِلْ
"Dari Ibnu Umar RA, Rasulullah SAW bersabda: `Apabila salah seorang di antara kalian hendak mendatangi shalat Jumat, maka hendaklah ia mandi`." (HR. Bukhari dan Muslim)
Memotong kuku, mencukur kumis, dan merapikan rambut adalah tindakan sederhana yang dianjurkan untuk menjaga kebersihan diri sesuai fitrah manusia.
الْفِطْرَةُ خَمْسٌ: الْخِتَانُ، وَالِاسْتِحْدَادُ، وَقَصُّ الشَّارِبِ، وَتَقْلِيمُ الْأَظْفَارِ، وَنَتْفُ الْإِبْطِ
"Fitrah itu ada lima: khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kumis, memotong kuku, dan mencabut bulu ketiak." (HR. Bukhari)
Menghadiri jamuan Allah di masjid sebaiknya menggunakan pakaian yang paling bersih dan indah, serta bagi laki-laki, mengenakan parfum agar tidak mengganggu jamaah lain dengan bau yang tidak sedap.
يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ
"Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid." (QS. Al-A`raf: 31)
Berangkat lebih awal memiliki tingkatan pahala yang sangat tinggi, di mana mereka yang tiba di jam pertama diibaratkan seperti orang yang berkurban seekor unta.
مَنِ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ غُسْلَ الْجَنَابَةِ ثُمَّ رَاحَ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَدَنَةً
"Barangsiapa mandi pada hari Jumat seperti mandi janabah kemudian berangkat (ke masjid), maka seolah-olah ia berkurban seekor unta." (HR. Bukhari)
Setibanya di dalam masjid, seorang mukmin disunnahkan memberikan penghormatan kepada rumah Allah sebelum ia duduk.
إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمُ الْمَسْجِدَ فَلَا يَجْلِسْ حَتَّى يُصَلِّيَ رَكْعَتَيْنِ
"Jika salah seorang di antara kalian memasuki masjid, maka janganlah ia duduk sampai ia mengerjakan shalat dua rakaat." (HR. Bukhari dan Muslim)
Kekhusyukan jamaah lain harus dijaga dengan tidak memaksa maju ke shaf depan dengan cara melangkahi pundak orang lain yang sudah lebih dulu hadir.
اجْلِسْ فَقَدْ آذَيْتَ وَآنَيْتَ
"Duduklah kamu, sungguh kamu telah mengganggu dan kamu telah terlambat datang." (HR. Abu Dawud – ditujukan kepada orang yang melangkahi pundak jamaah)
Menunggu dimulainya ibadah Jumat adalah waktu emas untuk membasahi lidah dengan shalawat kepada Baginda Nabi Muhammad SAW.
أَكْثِرُوا الصَّلَاةَ عَلَيَّ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَلَيْلَةَ الْجُمُعَةِ
"Perbanyaklah shalawat kepadaku pada hari Jumat dan malam Jumat." (HR. Al-Baihaqi)
Saat khatib naik ke mimbar, segala bentuk pembicaraan dan aktivitas (termasuk menggunakan gawai) harus dihentikan total agar ibadah Jumat tidak sia-sia.
إِذَا قُلْتَ لِصَاحِبِكَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَنْصِتْ وَالْإِمَامُ يَخْطُبُ فَقَدْ لَغَوْتَ
"Jika kamu berkata kepada temanmu pada hari Jumat: `Diamlah`, padahal imam sedang berkhutbah, maka sungguh kamu telah berbuat sia-sia." (HR. Bukhari)
Rangkaian ibadah Jumat ditutup dengan memperbanyak doa, terutama di waktu-waktu yang diyakini paling cepat dikabulkan oleh Allah SWT.
فِيهِ سَاعَةٌ لَا يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّي يَسْأَلُ اللَّهَ تَعَالَى شَيْئًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ
"Di dalam hari Jumat itu terdapat satu waktu yang tidaklah seorang hamba Muslim berdiri shalat dan memohon sesuatu kepada Allah melainkan Allah akan mengabulkannya." (HR. Bukhari)