Bendera AS dan Iran terlihat dalam ilustrasi ini (Foto: REUTERS)
JAKARTA - Perundingan antara Amerika Serikat dan Iran dikabarkan bisa kembali digelar di ibu kota Pakistan, Islamabad, paling cepat pekan depan, Wall Street Journal (WSJ) melaporkan, Jumat (9/5).
Mengutip sejumlah sumber, laporan itu menyebutkan kedua pihak bersama mediator berupaya merumuskan nota kesepahaman satu halaman berisi 14 poin yang akan menetapkan kerangka perundingan selama sebulan untuk mengakhiri perang.
Rancangan dokumen itu akan mencakup pembahasan soal program nuklir Iran, meredakan ketegangan di Selat Hormuz, dan kemungkinan penyerahan cadangan uranium diperkaya milik Iran ke negara lain, meski sejumlah isu utama belum terselesaikan.
Sembari Washington menunggu jawaban Teheran atas proposal perdamaiannya, berikut ini poin-poin utama yang menjadi sumber perselisihan perdamaian Iran-AS:
1. Program nuklir Iran
AS ingin Iran menghentikan program tersebut sepenuhnya, tetapi Teheran mengatakan bahwa pembatasan semacam itu harus berlaku untuk jangka waktu terbatas.
2. Persediaan uranium Iran
Trump mengatakan AS ingin mengambil alih persediaan uranium yang diperkaya tinggi milik Iran sebanyak 400 kg (880 lbs). Teheran telah menolak permintaan tersebut.
3. Selat Hormuz
Iran bersikeras akan mempertahankan pembatasan pengiriman barang di jalur perairan tersebut hingga AS mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Trump mengatakan blokade akan tetap berlaku hingga kesepakatan tercapai.
4. Aset yang dibekukan
Para pejabat Iran menuntut pencabutan sanksi dan pencairan aset senilai 20 miliar dolar AS sebagai bagian dari kesepakatan jangka panjang apa pun.
5. Ganti rugi perang
Iran menuntut kompensasi atas kerusakan yang disebabkan oleh serangan AS dan Israel, yang berjumlah sekitar 270 miliar dolar AS.
6. Pengaruh regional Iran
AS ingin membatasi dukungan Teheran terhadap sekutu-sekutu regionalnya, termasuk Hizbullah di Lebanon dan Hamas di Gaza, serta mengekang program rudal balistiknya.