• Info DPR

Legislator Nilai Sistem Pendidikan Ponpes Berperan Penting Bentuk Karakter Generasi Muda

Agus Mughni Muttaqin | Minggu, 10/05/2026 15:15 WIB
Legislator Nilai Sistem Pendidikan Ponpes Berperan Penting Bentuk Karakter Generasi Muda Ilustrasi Santri dii pondok pesantren (FOTO: HO/ISTIMEWA)

JAKARTA - Sistem pendidikan pondok pesantren dinilai memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. Pendidikan di pesantren tidak hanya menekankan aspek akademik dan ilmu agama, tetapi juga membangun nilai kedisiplinan, kemandirian, serta tata krama para santri.

Penilaian itu disampaikan Anggota DPR RI Fauzan Khalid saat memberikan sambutan pada pembukaan majelis taklim di Desa Batu Jangkih, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Pengawasan selama 24 jam di asrama oleh ustaz, menekankan kemandirian, kesederhanaan, disiplin tinggi, dan tata krama atau adab," kata Fauzan dalam keterangan resmi, pada Sabtu (9/5/2026).

"Karena itu, ponpes mampu mencetak santri dengan keseimbangan antara kecerdasan intelektual, kedalaman ilmu agama, dan kehalusan akhlak,” dia menambahkan.

Politisi Fraksi Partai NasDem tersebut menjelaskan, kehidupan di pondok pesantren dibangun atas prinsip persaudaraan dan persamaan. Para santri juga terbiasa hidup bersama dengan latar belakang yang beragam sehingga tumbuh sikap toleransi dan saling menghargai.

“Hubungan santri dan ustaz (kiai) dekat, memiliki ikatan persaudaraan (ukhuwah) yang kuat, termasuk dengan sesama santri. Pondok tempat bertemunya santri dari berbagai latar belakang etnis, sosial, mengajarkan toleransi dan tidak diskriminasi,” ujarnya.

Menurut Fauzan, sistem pendidikan pesantren mampu memberikan keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan pembentukan akhlak. Karena itu, ia meminta para santri tidak merasa rendah diri karena menempuh pendidikan di pondok pesantren.

“Selama menimba ilmu di ponpes, santri mendapatkan keseimbangan ilmu dunia dan akhirat. Karena itu, santri jangan merasa rendah diri karena bersekolah di ponpes,” ujar Fauzan yang saat ini bertugas di Komisi II DPR RI.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan pentingnya pendidikan bagi masa depan anak. Ia mengajak para orang tua untuk terus mendorong anak mengenyam pendidikan meski menghadapi keterbatasan ekonomi.

“Sekali lagi, jangan ragu menyekolahkan anak. Jangan keluar kata-kata, saya tidak mampu menyekolahkan anak. Rezeki dari Allah SWT, yakinlah anak yang bersekolah sudah ada rezekinya dari Allah SWT. Karena itu, mari kita dorong anak-anak kita untuk sekolah,” katanya.