Pelatih Bayern Munich, Vincent Kompany (Foto: fcbayern.com)
BERLIN - Bayern Munich harus mengubur mimpi tampil di final Liga Champions musim 2025/2026 setelah tersingkir dari Paris Saint-Germain di babak semifinal pada Kamis (7/5) dini hari.
Hasil imbang 1-1 di leg kedua tak cukup membawa wakil Jerman itu lolos, usai kalah agregat 4-5 dari PSG.
Bermain dengan tekanan tinggi, Bayern sebenarnya mampu memberikan perlawanan sengit sepanjang pertandingan.
Namun sejumlah peluang yang tercipta gagal dikonversi menjadi gol tambahan.
Kapten Bayern, Manuel Neuer, menilai timnya sudah tampil maksimal meski akhirnya gagal melangkah ke partai puncak.
“Kami mungkin tidak memiliki terlalu banyak peluang bersih, tetapi kami punya kesempatan untuk memenangkan pertandingan. Kami sangat dekat dengan final, tetapi gagal melewati rintangan itu,” ujar Neuer dikutip dari laman resmi klub pada Jumat (8/5).
Pelatih Bayern, Vincent Kompany, juga mengaku kecewa dengan hasil tersebut.
Menurutnya, laga berjalan seimbang dan ditentukan oleh detail-detail kecil di lapangan.
“Ini tentu sulit diterima karena kami kalah dengan selisih tipis. Kami mampu mengimbangi PSG dan pertandingan seperti ini ditentukan oleh detail kecil,” kata Kompany.
Ia menilai Bayern tampil lebih baik pada babak pertama dan beberapa kali berhasil masuk ke area berbahaya.
Namun, lini pertahanan PSG dinilai tampil disiplin dalam menghalau ancaman.
“Kami beberapa kali masuk ke situasi berbahaya, tetapi mereka memastikan kami tidak bisa melepaskan penyelesaian akhir. Dasarnya selalu energi, dan tim sudah menunjukkannya lagi malam ini,” lanjutnya.
Kompany turut memberikan pujian kepada PSG yang dianggap sebagai salah satu tim terbaik di Eropa dalam dua tahun terakhir.
“PSG punya kualitas luar biasa, mungkin mereka adalah tim terbaik di Eropa dalam dua tahun terakhir. Kami sudah mencoba segalanya. Selamat untuk PSG, tetapi kami akan mencoba lagi di kesempatan berikutnya,” ucap Kompany.