• News

Gus Ipul: Sekolah Rakyat Prioritaskan Anak Tidak Sekolah-Putus Sekolah

Agus Mughni Muttaqin | Senin, 04/05/2026 07:59 WIB
Gus Ipul: Sekolah Rakyat Prioritaskan Anak Tidak Sekolah-Putus Sekolah Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf alias Gus Ipul (Foto: Kemensos)

JAKARTA - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan bahwa Program Sekolah Rakyat diprioritaskan untuk anak putus sekolah dan keluarga miskin ekstrem melalui sistem penjangkauan langsung berbasis DTSEN untuk anak yang berasal dari keluarga di Desil 1 & 2.

“Sekolah rakyat tidak membuka pendaftaran kita menjangkau, jadi, yang ada adalah penjangkauan-penjangkauan anak-anak yang diprioritaskan, yang tidak sekolah, belum sekolah, putus sekolah maupun yang berpotensi putus sekolah,” kata Mensos Gus Ipul dalam keterangan resmi.

Hal tersebut disampaikannya saat meninjau pembangunan Sekolah Rakyat permanen di kawasan Kedung Cowek, Kecamatan Bulak, Kota Surabaya, Minggu (3/5/2026).

Gus Ipul menjelaskan Sekolah Rakyat berbeda dengan sekolah umum karena menerapkan konsep asrama dan fokus pada anak-anak dari keluarga miskin desil satu dan dua.

Ia mengatakan sebagian siswa Sekolah Rakyat memiliki usia di atas rata-rata karena sebelumnya mengalami putus sekolah dalam waktu lama.

“Banyak siswa-siswa rakyat itu yang dulunya adalah pengamen mengemis pemulung untuk sekolah mereka, tidak melanjutkan sekolah, kemudian ada bahkan yang tidak sekolah,” ujar Gus Ipul dikutip Antara.

Terkait pengadaan perlengkapan siswa, termasuk sepatu, Gus Ipul memastikan seluruh proses dilakukan secara transparan dan akuntabel.

“Tidak boleh ada lobby, tidak boleh ada titipan, tidak boleh ada rekayasa, tidak boleh ada hal-hal yang menyimpang dalam proses pengadaan,” tegasnya.

Gus Ipul juga mengajak masyarakat untuk turut mengawasi agar seluruh proses berjalan bersih dan sesuai ketentuan.

Dalam kesempatan itu, Gus Ipul mengapresiasi progres pembangunan yang dinilai berjalan baik serta kerja para tenaga konstruksi di lapangan.

Di akhir kunjungan, Gus Ipul menuliskan pesan pada plakat testimoni di lokasi pembangunan.

"Sekolah ini tidak hanya dibangun dari batu dan semen tetapi dengan harapan anak-anak dari keluarga yang tidak mampu untuk tumbuh setara," ujarnya.

Pesan tersebut mengingatkan bahwa Sekolah Rakyat bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi upaya menghadirkan harapan dan masa depan yang lebih baik bagi generasi penerus bangsa terutama anak-anak dari keluarga miskin esktrim.