• Info MPR

SMAN Tugumulyo Back-to-Back Juara LCC Empat Pilar MPR Sumsel, Siti Fauziah Apresiasi

Agus Mughni Muttaqin | Minggu, 03/05/2026 19:20 WIB
SMAN Tugumulyo Back-to-Back Juara LCC Empat Pilar MPR Sumsel, Siti Fauziah Apresiasi SMAN Tugumulyo kembali menorehkan prestasi gemilang dengan meraih gelar juara Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Sumatera Selatan untuk kedua kalinya secara berturut-turut atau back to back (Foto: MPR)

JAKARTA - SMAN Tugumulyo kembali menorehkan prestasi gemilang dengan meraih gelar juara Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Sumatera Selatan untuk kedua kalinya secara berturut-turut (back to back).

SMAN Tugumulyo juga memastikan diri sebagai wakil provinsi untuk berlaga dalam ajang LCC Empat Pilar MPR RI pada tingkat nasional di Jakarta bersaing dengan perwakilan dari 37 provinsi lainnya.

Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah, mengapresiasi semangat dan sportivitas seluruh peserta, khususnya SMAN Tugumulyo yang menunjukkan sikap sportif selama pertandingan.

"Saya kagum dengan SMAN Tugumulyo karena langsung mengakui dan mengurangi poinnya sendiri saat babak penyisihan. Itu nilai sportivitas yang harus tetap dijaga dan dipertahankan," ujarnya.

Siti Fauziah menegaskan bahwa ajang ini bukan sekadar mencari pemenang, tetapi juga membangun silaturahmi dan persahabatan antarpeserta.

"Yang terpenting bukan hanya menang, tapi juga hubungan pertemanan yang terjalin. Itu yang harus terus dijaga," katanya.

Dalam pengumuman hasil akhir pada babak final LCC Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Sumatera Selatan, SMAN 1 Tebing Tinggi memperoleh 100 poin, SMKN 1 Prabumulih meraih 60 poin, dan SMAN Tugumulyo unggul dengan 110 poin.

"Dengan demikian, SMAN Tugumulyo menjadi pemenang dan berhak mewakili Provinsi Sumatera Selatan ke tingkat nasional di Jakarta," kata Siti.

Sementara itu, sebagai guru pendamping, Lia Damayanti, mengungkapkan bahwa persiapan dilakukan secara sistematis sejak awal melalui program ekstrakurikuler khusus LCC yang telah berjalan sejak beberapa tahun lalu di SMAN Tugumulyo.

"Kami membuka audisi untuk seluruh siswa, lalu melatih mereka secara rutin. Bahkan menjelang lomba, latihan bisa tiga kali seminggu hingga simulasi seperti lomba sesungguhnya," ujarnya.

Lia juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi, mulai dari keterbatasan infrastruktur hingga perjalanan panjang menuju lokasi lomba. "Perjalanan yang seharusnya 6-7 jam bisa jadi 9 jam. Itu cukup melelahkan, tapi anak-anak tetap harus belajar materi di malam hari," ungkapnya.

Menurutnya, tantangan terbesar bukan hanya pada hafalan materi, tetapi pada kemampuan berpikir kritis dan berargumentasi.

"Materi pro dan kontra itu sangat menguji mental. Di situ terlihat kemampuan public speaking dan kepercayaan diri mereka. Membangun tim yang solid juga menjadi tantangan utama," katanya.

Meski berasal dari sekolah yang jauh dari pusat kota, Lia menegaskan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk bermimpi besar.

"Kami mungkin tidak punya banyak fasilitas, tapi kami punya semangat dan mimpi. Kami ingin suatu hari membawa Sumatera Selatan menjadi juara satu nasional," tegasnya.

Bena Novariyani, salah satu peserta dari SMAN Tugumulyo, mengungkapkan rasa bangga atas pencapaian mereka, sekaligus tekad untuk meraih prestasi lebih tinggi di tingkat nasional. "Perjalanan kami tidak mudah, dari nol sampai di titik ini. Ini bukan hasil individu, tapi kerja tim," ujarnya.

Bena juga menegaskan target mereka pada LCC Empat Pilar MPR RI tingkat nasional adalah menjadi juara satu. Ia bersama sembilan temannya akan belajar lebih keras dan memperbaiki kekurangan yang terjadi saat babak penyisihan tingkat provinsi, agar tidak terulang saat menjalani pertandingan di tingkat nasional nanti.

Lebih lanjut, Bena mengatakan persiapan ke depan akan difokuskan pada pendalaman materi dari buku-buku Empat Pilar MPR RI. "Kami akan latihan setiap hari dan mengkhatamkan enam buku dari MPR sebagai bekal ke nasional," pungkasnya.