• Kesra

Menhaj Ingatkan PPIH Daker Makkah Layani Maksimal Seluruh Jemaah Indonesia

Agus Mughni Muttaqin | Kamis, 23/04/2026 21:51 WIB
Menhaj Ingatkan PPIH Daker Makkah Layani Maksimal Seluruh Jemaah Indonesia Menteri Haji dan Umrah, Moch. Irfan Yusuf, melepas sebanyak 200 Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja (Daker) Makkah gelombang II di Asrama Haji Pondok Gede, Kamis (23/4/2026) (Foto: Kemenhaj)

JAKARTA - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Moch. Irfan Yusuf mengingatkan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja (Daker) Makkah bahwa tugas di Makkah merupakan amanah besar, karena menjadi pusat dari puncak penyelenggaraan ibadah haji.

Oleh karena itu, para petugas diminta memastikan layanan terbaik bagi seluruh jemaah Indonesia. Hal tersebut disampaikan Menhaj saat melepas sebanyak 200 PPIH Daker Makkah gelombang II di Asrama Haji Pondok Gede, Kamis (23/4).

“Tugas ini bukan sekadar administratif dan teknis, tetapi juga tugas kemanusiaan sekaligus tugas negara. Kesalahan sekecil apa pun dapat dipersepsikan sebagai kesalahan negara, sementara keberhasilan saudara adalah keberhasilan negara,” ujar Menhaj.

Menhaj menekankan bahwa petugas haji harus hadir dengan semangat melayani, bukan dilayani.

Menurutnya, menjadi petugas haji bukanlah pekerjaan yang nyaman, melainkan tugas berat yang menuntut kesiapan fisik dan mental yang prima, terlebih di Makkah yang menjadi titik krusial pelaksanaan ibadah haji.

“Beratnya tugas di Makkah menuntut kestabilan fisik dan mental. Jaga ritme kerja, bekerja secara tim, dan bangun koordinasi yang matang,” ujar dia.

Selain itu, Menhaj menegaskan pentingnya etika pelayanan sebagai kunci utama dalam menjalankan tugas. Petugas diminta untuk mengedepankan sikap sabar, santun, dan penuh empati dalam melayani jemaah dengan latar belakang yang beragam.

“Utamakan pelayanan kepada jemaah, khususnya lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan. Semua wajib dilayani sebaik-baiknya. Ukur keberhasilan dari seberapa banyak jemaah yang terlindungi dan terlayani dengan baik,” tegasnya.

Menhaj juga mengingatkan agar setiap petugas menjaga integritas serta memahami secara utuh tugas dan tanggung jawabnya di lapangan.

“Gunakan hati untuk mengukur apakah pelayanan kita sudah baik atau belum. Bekerjalah dengan niat ibadah, hati yang bersih, dan mencerminkan keteladanan,” lanjutnya.

Menhaj pun mengajak seluruh petugas untuk turut mendoakan bangsa Indonesia agar senantiasa menjadi bangsa yang kuat, serta mendoakan para pemimpin agar mampu menjalankan amanah dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera.

Pelepasan ini menjadi bagian dari upaya penguatan layanan haji Indonesia di Tanah Suci, khususnya di Makkah sebagai pusat puncak pelaksanaan ibadah haji, dengan harapan seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah secara aman, nyaman, dan khusyuk.