• News

Berapa Biaya Tagihan Listrik Masjidil Haram Setiap Bulannya?

M. Habib Saifullah | Jum'at, 24/04/2026 01:05 WIB
Berapa Biaya Tagihan Listrik Masjidil Haram Setiap Bulannya? Suasana Masjidil Haram di Mekah (Foto: gatra.com)

JAKARTA - Masjidil Haram merupakan salah satu tempat paling sibuk dan dipenuhi pengunjung. Aktifitasnya bahkan bisa selalu ramai hingga 24 jam khususnya di malam hari.

Sebagai masjid terbesar di dunia yang menjadi pusat ibadah haji serta umrah, kebutuhan energi di Masjidil Haram tentu meningkat seiiring jemaah yang datang dari berbagai penjuru dunia.

Penggunaan listrik di Masjidil Haram meliputi berbagai fasilitas seperti pencahayaan area tawaf, pendingin udara, eskalator hingga pengeras suara.

Dengan jam operasi yang nyaris tanpa henti tentu banyak yang bertanya berapakah kebutuhan listrik di masjid terbesar di dunia ini.

Dilansri dari Gulf News dari Al Ekhbariya TV, tagihan listrik bulanan Masjidil Haram mencapai sekitar 15 juta riyal Saudi atau setara kurang lebih 4 juta dolar AS.

Jika dirupiahkan saat itu sekitar Rp 67,4 miliar atau Rp 69 miliar untuk kurs saat ini (1 USD = Rp 17.290). Sementara itu, konsumsi listriknya diperkirakan mencapai hampir 100 megavolt ampere (MVA) per hari.

Laporan tersebut disiarkan saat perluasan ketiga Masjidil Haram, yang terbesar dalam sejarah masjid, telah selesai dengan tujuan untuk memperluas kapasitasnya agar dapat menampung lebih dari 2 juta jamaah pada saat yang sama.

Konsumsi energi didistribusikan ke beberapa sistem dan infrastruktur besar di masjid, yang merupakan tujuan utama bagi umat Muslim dari seluruh dunia.

Fasilitas tersebut meliputi sistem audio dengan 8.000 pengeras suara, lebih dari 8.000 kamera pengawas, lebih dari 120.000 unit lampu, sistem pendingin berkapasitas 155.000 ton, 883 unit pendingin udara, 4.323 kipas ventilasi dan kabut, 519 eskalator, dan 100 layar interaktif yang beroperasi dalam 16 bahasa berbeda.