Para murid SD di Papua bercerita setelah melaksanakan Tes Kemampuan Akademik (Foto: Humas Kemendikdasmen)
PAPUA - Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang Sekolah Dasar (SD) telah dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia.
TKA menjadi bagian dari upaya mengukur kemampuan akademik murid sekaligus meningkatkan mutu pembelajaran.
Melalui pemantauan langsung yang dilakukan oleh Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Papua, pelaksanaan TKA berlangsung dengan tertib, jujur, dan gembira di Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua, Senin (20/4).
Dari pemantauan tersebut, BPMP Papua menangkap praktik baik yang dilakukan sekolah dalam mendukung pelaksanaan TKA yakni dengan melakukan kolaborasi antarsekolah, melibatkan dukungan orang tua, serta menunjukkan antusiasme murid untuk mengikuti TKA meski harus menyeberang lautan.
Cerita tentang kolaborasi antarsekolah dan kegigihan murid diungkapkan oleh Kepala SD Negeri Awado, Muhajir.
Ia mengatakan bahwa tahun ini sekolahnya melaksanakan TKA bertempat di SD Integral Lukman Al Hakim Serui.
Para guru dan murid harus menempuh perjalanan menggunakan perahu untuk sampai di sana.
“Jika laut sedang tenang, kami bisa sampai di Serui dalam waktu empat jam, namun bisa mencapai enam jam jika ombak besar. Setibanya di Serui, kami juga harus mencari tempat menginap bagi anak-anak. Meski penuh tantangan, semangat murid kami tetap tinggi untuk mengikuti TKA,” kata Muhajir.
Salah satu murid SDN Awado, Andai Darling Woraba, menyebut bahwa TKA penting untuk menentukan arah masa depannya.
“Kami tetap semangat mengikuti TKA karena ini membantu kami mengetahui kemampuan akademik dan menjadi bekal untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya,” ujar Andai.
Terkait kesiapan menuju TKA, turut disampaikan oleh Kepala SD Integral Lukman Al Hakim Serui, Mahfud Fauzi. Ia menuturkan bahwa pihaknya telah menyiapkan peserta didik secara matang.
Secara keseluruhan, guru dan murid siap mengikuti TKA. Selain itu, sekolah juga berkoordinasi secara intens dengan dinas pendidikan. Tak ketinggalan, para orang tua bahu membahu menyediakan perangkat komputer dan laptop.
“Koordinasi dengan dinas terkait juga telah kami lakukan untuk menjamin ketersediaan listrik dan internet. Dukungan orang tua juga sangat besar, bahkan di antara mereka bersedia meminjamkan perangkat komputer atau laptop apabila terjadi keterbatasan di sekolah,” ucap Mahfud.
Serupa dengan persiapan yang dilakukan di SD Negeri Awado, Kepala SD Inpres 1 Serui, Herdelina Sembay, turut menyampaikan tahap persiapan TKA yang telah dilakukan di sekolahnya. Mulai dari berlatih soal hingga memberikan penguatan materi pelajaran.
“Guru-guru kami rutin memberikan latihan soal sebelum murid pulang sekolah. Anak-anak sangat antusias, bahkan orang tua turut mendukung dengan menunggu hingga sore hari,” ujarnya.
Tidak hanya bagi kepala sekolah, para murid juga merasakan manfaat dari pelaksanaan TKA. Beberapa di antara mereka merasakan pengalaman positif.
Salah satunya adalah Nur Aisyah, murid SD Integral Lukman Al Hakim Serui. Di awal sesi TKA, ia sempat cemas sebelum ujian. “Awalnya saya takut, tapi ternyata soal-soalnya mudah karena sudah pernah dipelajari sebelumnya,” ungkap Nur.
Pengalaman serupa juga dirasakan Julio Iwanggin, murid SD Inpres 1 Serui. Meskipun sempat merasa gugup sebelum ujian, perasaan tersebut hilang dengan sendirinya setelah ia membaca soal dengan cermat dan mampu menjawab dengan baik.
Pelaksanaan TKA di Kabupaten Kepulauan Yapen menjadi gambaran nyata komitmen bersama antara pemerintah, sekolah, guru, orang tua, dan peserta didik dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu, inklusif, dan berkeadilan hingga ke pelosok Indonesia.
Sebagaimana yang pernah disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti bahwa perwujudan visi Pendidikan Bermutu untuk Semua dapat tercapai jika peran empat Catur Pusat Pendidikan yaitu sekolah, orang tua, masyarakat, dan media; dapat berjalan dengan baik.
“Salah satu tujuan TKA adalah untuk mengukur kemampuan literasi seluruh murid Indonesia. Kolaborasi antarsekolah, dukungan orang tua, dan kegigihan murid menjadi bukti semangat membangun pendidikan Indonesia menjadi tanggung jawab bersama semua pihak,” kata Abdul Mu’ti.
Kisah inspiratif pelaksanaan TKA di Kepulauan Yapen menjadi bukti bahwa peran Catur Pusat Pendidikan merupakan hal yang sangat penting untuk menunjang peningkatan mutu pendidikan.