• News

Australia Tegaskan Dukung Kebebasan Navigasi di Selat Hormuz

M. Habib Saifullah | Selasa, 14/04/2026 14:39 WIB
Australia Tegaskan Dukung Kebebasan Navigasi di Selat Hormuz Pemandangan udara pantai-pantai Iran dan pulau Qeshm di selat Hormuz (Foto: REUTERS)

JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Australia, Richard Marles, menyatakan bahwa Canberra mendukung kebebasan navigasi di Selat Hormuz dan sedang bekerja sama dengan para mitranya, termasuk Prancis dan Inggris, terkait masalah tersebut.

Ia menyampaikan komentar tersebut kepada lembaga penyiaran ABC saat ditanya apakah Australia mendukung blokade pelabuhan-pelabuhan Iran oleh Amerika Serikat di Selat Hormuz.

"Kita perlu melihat adanya kebebasan navigasi, tentu saja, melalui Selat Hormuz," ujar Marles kepada ABC.

"Kami sangat berkepentingan agar Selat Hormuz tetap terbuka dan rantai pasokan bahan bakar global kembali normal." dia melanjutkan.

Namun, ia menegaskan bahwa Australia hanya akan berkontribusi dalam upaya pembukaan kembali Selat Hormuz jika gencatan senjata menjadi permanen.

"Dan saat ini, hal tersebut sangat tidak pasti. Kami benar-benar perlu melihat apa yang terjadi selama sisa masa gencatan senjata, serta bagaimana situasi di Selat Hormuz yang memungkinkan dimulainya suatu upaya tertentu." katanya.

Diketahui, Presiden AS Donald Trump memerintahkan blokade terhadap kapal-kapal yang memasuki atau meninggalkan pelabuhan dan wilayah pesisir Iran di Teluk pada 12 April, menyusul gagalnya perundingan damai akhir pekan lalu. Trump memperingatkan bahwa kapal-kapal perang Iran yang menantang blokade tersebut akan dihancurkan.

Blokade resmi berlaku mulai pukul 14.00 pada Senin (13/4), meski AS dan Iran telah menyepakati gencatan senjata dua pekan beberapa hari sebelumnya. Pakistan selaku mediator dan Qatar terus menyerukan agar gencatan senjata tetap dihormati di tengah upaya diplomatik yang masih berlangsung.