Di proses kehidupan yang beragam, baik secara budaya, agama, hingga perbedaan fisik dan latar belakang keluarga, toleransi menjadi pondasi penting untuk membentuk karakter anak yang empatik, adil, dan siap hidup berdampingan dengan siapa saja.
Kesadaran akan keragaman itu, ujarnya, sudah ada sejak zaman dahulu hingga semangat nasionalisme digaungkan oleh sekelompok pemuda yang kemudian bersumpah demi persatuan dan kesatuan dalam Sumpah Pemuda.