Iran tidak akan membuka Selat Hormuz sampai Amerika Serikat memenuhi sejumlah syarat
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan Iran siap melanjutkan jalur perdamaian jika Amerika Serikat membangun kepercayaan
Tanggal 9 Agustus menjadi salah satu tanggal paling kelam dalam sejarah peradaban modern.
Kelompok Houthi melancarkan serangan besar-besaran menggunakan rudal dan pesawat nirawak (drone) terhadap sebuah pangkalan militer pemerintah
Dan Caine dan sejumlah pejabat lainnya meyakini bahwa penggunaan kekuatan udara saja kemungkinan tidak akan mampu memaksa Teheran memenuhi tuntutan AS
Negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran telah memasuki tahap akhir
Iran memperingatkan bahwa bahwa setiap serangan baru Amerika Serikat terhadap wilayahnya akan memicu aksi balasan terhadap fasilitas vital di negara teluk
Lebih dari 800.000 warga di Lebanon dilaporkan mulai kembali ke kampung halaman mereka menyusul meredanya gelombang kekerasan dalam konflik Israel-Hizbullah
Militer AS dilaporkan telah menghabiskan hampir 80 persen stok rudal pencegat THAAD dan sekitar separuh dari pasokan Patriot sejak pecahnya perang dengan Iran
Tingkat kepuasan publik (approval rating) terhadap Presiden AS Donald Trump anjlok hingga ke angka 35 persen
CENTCOM menyatakan bahwa blokade laut yang tengah dilancarkan terhadap Iran telah mengalihkan rute 44 kapal dagang
Mayor Jenderal Mohsen Rezaei menegaskan bahwa Iran dalam kondisi apa pun tidak akan mengizinkan dibukanya koridor kedua di Selat Hormuz
Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington tidak akan membiarkan Iran mengenakan biaya terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.
Inggris terancam mengalami resesi ekonomi pada 2027 apabila Selat Hormuz tak kunjung dibuka
Politisi Fraksi PKB asal Dapil Sulawesi Selatan I itu meminta pemerintah Indonesia memanfaatkan posisi strategisnya di berbagai forum internasional untuk menggalang dukungan bagi terciptanya gencatan senjata.
Sejumlah fasilitas energi di negara-negara Teluk dan Israel yang berpotensi menjadi sasaran apabila Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap Iran.
Teheran mengancam, jika AS terus melanjutkan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan di wilayah selatan Iran, penutupan Selat Hormuz akan semakin diperketat
Markas Besar Sentral Khatam al-Anbiya Iran memperingatkan bahwa tindakan Amerika Serikat yang bertujuan memblokade laut akan dianggap sebagai "eskalasi perang di kawasan."
Kemenlu Iran Esmaeil Baghaei mengatakan bahwa Teheran tidak akan membiarkan Amerika Serikat (AS) menentukan akhir perang.
Militer AS mulai membiarkan sebagian rudal dan pesawat nirawak Iran melintas tanpa dicegat karena persediaan amunisi pertahanan udaranya semakin menipis