Pariwisata Indonesia saat ini berada pada jalur pertumbuhan yang sangat positif. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan kunjungan wisman serta meningkatnya rata-rata pengeluaran wisatawan per kunjungan
Secara kumulatif sepanjang Januari hingga Juli 2025, total kunjungan wisman mencapai 8,53 juta kunjungan
Kunjungan Wisman Januari 2024 Tertinggi di Empat Tahun Terakhir
Pariwisata Berkualitas dan Berkelanjutan Butuh Dukungan Konsisten
Bamsoet Puji Peningkatan Kunjungan Wisata Asing ke Bali
Tren Peningkatan Kunjungan Wisman Harus Diimbangi Kualitas Layanan Wisata
Berkah Pelonggaran Panorama Catatkan Laba Rp3,3 Miliar
Juli-Agustus, Wisatawan Asing Bakal Berbondong-bondong Kunjungi Indonesia
"Jadi memang wisman ini meskipun ada kenaikan di 2022, tapi masih relatif terbatas. Pariwisata memang masih mengalami gangguan," ujar Margo.
Peningkatan jumlah wisman ke Bali juga mempengaruhi tingkat okupansi hotel di provinsi tersebut yang tumbuh 10-20 persen.
BPS mencatat secara kumulatif atau dari Januari 2021 hingga September 2021, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia tercatat 1,19 juta kunjungan.
Open border Bali bagi wisman ini memang butuh ekstra hati-hati agar jangan sampai terjadi klaster baru penularan COVID-19.
Penurunan jumlah kunjungan wisman pada Agustus 2021 tersebut karena masih adanya merebaknya infeksi Covid-19 di Tanah Air.
Jika dibandingkan dengan keadaan pada Mei 2021 jumlah kunjungan wisman bulan Juni 2021 juga mengalami penurunan sebesar 7,71 persen.
"Pandemi mengajarkan pada kita dalam tanda kutip tidak murahan, artinya mereka yang datang berwisata ke Bali itu harus terpilih. Jangan lagi wisatawan yang modal nekat, yang harus dibuka itu yang terstandar," katanya.
Di Bulan Februari tahun ini penurunannya masih cukup tajam dibandingkan tahun lalu
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadinya penurunan wisawatan asing pada bulan Agustus 2020.
Turunnya kunjungan turis mancanegara juga membuat tingkat penghunian kamar hotel klasifikasi bintang pada Mei hanya tinggal 14,45 persen saja.