
Paramedis merawat seseorang di siang hari dengan suhu tinggi, di Ciudad Juarez, Meksiko 27 Juni 2023. Foto: Reuters
JAKARTA - Setidaknya 100 orang telah meninggal selama dua minggu terakhir di Meksiko karena penyebab terkait panas saat suhu naik mendekati 50 derajat Celcius (122 Fahrenheit) di beberapa bagian negara itu, kata kementerian kesehatan. pada hari Kamis.
Gelombang panas selama tiga minggu bulan ini membuat jaringan energi tegang dengan permintaan rekor, memaksa pihak berwenang untuk menangguhkan kelas di beberapa daerah dan membuat banyak orang Meksiko kepanasan.
Lebih dari dua pertiga kematian terjadi pada minggu 18-24 Juni, dengan sisanya pada minggu sebelumnya, kata kementerian itu dalam sebuah laporan tentang suhu ekstrem. Selama periode yang sama tahun lalu, hanya satu kematian terkait panas yang tercatat.
Hampir semua kematian dikaitkan dengan serangan panas, dengan segelintir dari dehidrasi. Sekitar 64% kematian terjadi di negara bagian utara Nuevo Leon yang berbatasan dengan Texas. Sebagian besar sisanya berada di Tamaulipas dan Veracruz yang bertetangga di pantai Teluk.
Dalam beberapa hari terakhir, suhu turun karena musim hujan telah membawa curah hujan yang sangat dibutuhkan.
Namun, beberapa kota di utara masih mengalami suhu tinggi. Di negara bagian Sonora, kota Aconchi mengalami suhu tertinggi 49 derajat Celcius (120 Fahrenheit) pada hari Rabu.
Jum'at, 10/04/2026