Pesan Rahasia Sang Raja Sebagai Isyarat Tanda Kenabian

Rizki Ramadhani | Senin, 22/05/2023 14:30 WIB


Pesan Rahasia Sang Raja Sebagai Isyarat Tanda Kenabian Ilustrasi (notaglobal)

Jakarta - Berita akan kenabian Muhammad shallallahu `alaihi wasallam sebagai rasul dan nabi terakhir untuk seluruh umat manusia banyak terdapat dimana-mana. Ada yang disampaikan oleh para nabi sebelumnya, ada pula melalui berbagai cara lainnya.

Para delegasi dan bangsawan Arab datang ke negeri Yaman. Termasuk delegasi dari Quraisy adalah Abdul Muthalib, kakek nabi Muhammad ﷺ. Mereka datang untuk memberi selamat karena Yaman dan jazirah Arab Selatan telah bebas dari belenggu Habasyah. Mereka juga mendukung Raja Saif bin Dzi Yazan Al-Himyar yang dinobatkan sebagai raja di negeri Yaman. Peristiwa ini terjadi setelah dua tahun dari kelahiran Rasulullah ﷺ.

Pada kesempatan itu, Saif bin Dzi Yazan terkesan dengan akhlak Abdul Muthalib yang baik. Sehingga sang Raja meminta pembesar Quraisy ini untuk duduk dan berbicara dengannya secara pribadi.

Penguasa Yaman yang cerdas ini memiliki ilmu yang luas. Saif bin Dzi Yazan mengetahui dalam suatu kitab dan ilmu yang tersimpan dan dirahasiakan untuk kalangan mereka sendiri. Saif bin Dzi Yazan pun bermaksud menyingkap beberapa rahasia ilmunya tersebut hanya kepada Abdul Muthalib.

Baca juga :
Perubahan Iklim Ancam Produksi Padi, Indonesia dan Malaysia Berisiko Paling Terdampak

Mulailah sang Raja menyingkap beberapa rahasia ilmunya dengan mengatakan Allah ﷻ telah menetapkan ini menjadi masalah yang sangat penting. Bahwa dari keturunan Abdul Muthalib akan ada yang menjadi pemimpin hebat. Dia akan memimpin seluruh manusia sampai hari kiamat tiba.

Baca juga :
Kemendikdasmen Selesaikan Revitalisasi 349 Sekolah di Sumbar

Ciri-cirinya yaitu jika bayi laki-laki tersebut lahir memiliki tanda di antara kedua bahunya. Dan sekarang adalah zaman kelahirannya, atau bahkan sudah dilahirkan. Dia akan menjadi yatim piatu ketika akan lahir atau jika dia telah lahir. Maka kakek serta pamannya yang akan memeliharanya.

Kelak, Allah ﷻ pasti akan mengutusnya. Allah Azza wa Jalla akan membuatnya memiliki pendukung. Dia akan menghargai pengikut dekatnya, sedangkan para musuhnya akan terhina. Pemimpin utusan Allah ﷻ ini akan menghindarkan manusia dari bahaya dan membebaskan para penduduk bumi dari kesesatan, serta menghancurkan berhala-berhala. Dia menyembah hanya kepada Yang Maha Penyayang.

Baca juga :
Menko Pangan Zulhas SPPG Diingatkan Wajib Serap Produk Pangan Desa

Sang pemimpin manusia ini sangat baik, bijaksana dan adil. Perkataannya meliputi berbagai aturan dan menjadi hukum. Dia juga akan memerintahkan manusia untuk senantiasa berbuat baik dan melarang berbuat keburukan.

Saif bin Dzi Yazan juga mengabarkan bahwa Sang utusan Allah ﷻ ini akan pindah ke Yatsrib (Madinah). Dari wilayah itulah tempat dia akan dimenangkan Allah Azza wa Jalla.

Abdul Muthalib pun merasakan apa yang disampaikan sang Raja kepadanya adalah berita yang besar dan benar. Cucunya yang bernama Muhammad ﷺ memang istimewa dan memiliki ciri sebagaimana yang telah disebutkan.

Saif bin Dzi Yazan berpesan, agar menjaga dan melindungi keturunannya yang dimaksud tersebut. Sang Raja juga mengingatkan sang Kakek nabi Muhammad ﷺ untuk merahasiakan kabar ini hingga Allah ﷻ menampakannya.

Di akhir jamuan itu, penguasa Yaman ini memerintahkan agar masing-masing delegasi diberikan berbagai hadiah. Khusus kepada Abdul Muthalib diberikan 10 kali lebih banyak dibandingkan yang lain, sebagai bentuk penghormatan Saif bin Dzi Yazan.

Semoga selelumit kisah ini dapat meningkatkan keimanan kita. (Kontributor : Dicky Dewata)

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Islam Saif bin Dzi Yazan Pesan Kenabian