Satu Prajurit UNIFIL Kembali Tewas dalam Serangan Mortir di Lebanon Selatan

M.Habib Saifullah | Kamis, 04/06/2026 16:18 WIB


Seorang pasukan penjaga perdamaian UNIFIL tewas pada Kamis dini hari setelah terkena serangan mortir di posisinya dekat Marjayoun di Lebanon selatan. Menara pengawas UNIFIL PBB di Naqoura, Lebanon (FOTO: REUTERS)

BEIRUT - Seorang pasukan penjaga perdamaian UNIFIL tewas pada Kamis (4/6) dini hari setelah terkena serangan mortir di posisinya dekat Marjayoun di Lebanon selatan.

Misi PBB tersetbu menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pasukan penjaga perdamaian tersebut mengalami luka kritis akibat serangan tersebut, tanpa menyebutkan kewarganegaraan atau siapa yang bertanggung jawab atas serangan itu.

Dua pasukan penjaga perdamaian PBB lainnya terluka selama serangan mortir tersebut.

Sementara itu dilansir dari Aljazeera, Menteri Pertahanan Israel Katz mengatakan gencatan senjata dengan Lebanon memberi militer "kebebasan" untuk menyerang ibu kota Beirut jika Hizbullah menyerang komunitas Israel.

Baca juga :
Nabi Diutus untuk Menyempurnakan Akhlak, Ini Maknanya

"Pada tahap ini, (tentara) akan melanjutkan operasi tembak-menembak dan darat, tetap berada di zona keamanan di Lebanon hingga garis kuning – termasuk di wilayah Beaufort – dan tanpa pemulangan penduduk, sambil terus membongkar infrastruktur teroris di lapangan," kata Katz dalam sebuah pernyataan.

Baca juga :
Jangan Sepelekan Niat, Ini Pesan dari Hadis Nabi Muhammad

Pasukan Israel tetap memiliki “kebebasan bertindak, dengan dukungan Amerika, untuk menyerang di Beirut sebagai tanggapan atas tembakan terhadap komunitas dan wilayah Israel,” tambahnya.

Baca juga :
Slovakia Tetapkan Status Darurat Kekeringan Air
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Pasukan UNIFIL Lebanon Israel Pasukan Perdamaian Lebanon Israel