Terkait Skandal Rusuh, Penasihat Keamanan Nasional Tertinggi Presiden Brasil Mundur

Yati Maulana | Kamis, 20/04/2023 21:05 WIB


Terkait Skandal Rusuh, Penasihat Keamanan Nasional Tertinggi Presiden Brasil Mundur Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva menghadiri upacara di markas Pengadilan Tinggi Pemilihan di Brasilia, Brasil, 7 Maret 2023. Foto: Reuters

JAKARTA - Penasihat keamanan nasional Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva mengundurkan diri pada Rabu, kata istana kepresidenan, di tengah skandal terkait kehadiran ajudan selama penyerbuan gedung-gedung pemerintah di ibu kota.

Pengunduran diri Jenderal Marcos Goncalves Dias, yang diterima oleh presiden, menyusul laporan dari CNN Brasil yang menyertakan rekaman dirinya berjalan di sekitar istana kepresidenan sementara massa menggeledah gedung-gedung pemerintah di Brasilia pada 8 Januari.

Iklan · Gulir untuk melanjutkan
Sumber dekat presiden mengatakan tidak ada keraguan bahwa Dias tidak mendukung atau memfasilitasi invasi oleh pendukung mantan presiden Jair Bolsonaro dengan cara apa pun. Dias adalah kepala keamanan presiden selama dua periode Lula sebelumnya.

Meskipun kehadiran sang jenderal di daerah itu setelah invasi sebelumnya diketahui, oposisi Lula mengatakan rekaman itu menunjukkan bahwa pemerintah memfasilitasi masuknya para penyerbu, karena tampaknya mendukung permintaannya untuk membentuk komite khusus invasi.

Baca juga :
Perubahan Iklim Ancam Produksi Padi, Indonesia dan Malaysia Berisiko Paling Terdampak

Komite ini akan menjadi platform utama oposisi untuk mendorong versi acaranya, yang berpusat pada pemerintahan Lula yang baru dilantik berkolusi dengan serangan di Brasilia.

Baca juga :
Kemendikdasmen Selesaikan Revitalisasi 349 Sekolah di Sumbar

Dias tiba di istana kepresidenan tak lama setelah diserbu dan tinggal di sana sampai kedatangan Lula malam itu, setelah para pendukung Bolsonaro sudah disingkirkan dan ditangkap, kata sumber tersebut dengan syarat anonim karena mereka tidak berwenang untuk berbicara di depan umum.

Salah satu sumber mengatakan bahwa Dias - yang berhasil mengeluarkan penjajah dari pintu ruang kepresidenan dan mengunci jendela lapis baja - berhasil melakukan apa yang mungkin, sendirian.

Baca juga :
Menko Pangan Zulhas SPPG Diingatkan Wajib Serap Produk Pangan Desa

Dalam sebuah wawancara dengan penyiar lokal GloboNews Rabu malam, Dias mengatakan rekaman yang dirilis berusaha menghubungkannya dengan seorang kapten tentara yang bekerja untuk badan keamanan nasionalnya yang difilmkan membagikan air kepada penjajah di istana.

Dia menambahkan bahwa kapten dan staf agensi lainnya telah dicopot dari posisinya dan sedang diselidiki oleh penyelidikan internal dan oleh Mahkamah Agung.

Dias mengatakan, dia menawarkan pengunduran dirinya kepada Lula agar penyelidikan bisa dilakukan secara transparan.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Pemilu Brasil Bolsonaro Lula Mirip Trump