Raymond Enovan Jadi Tersangka Investasi Bodong

| Sabtu, 18/03/2023 02:16 WIB


 Raymond Enovan sendiri merupakan founder ATG untuk wilayah Kota Malang. Ilustrasi investor

Jakarta - Raymond Enovan (RE) ditetapkan sebagai tersangka oleh Polresta Malang dalam kasus investasi bodong robot trading Auoto Trade Gold (ATG).

RE sendiri merupakan founder ATG untuk wilayah Kota Malang. Di bisnis tersebut, ia bertugas merekrut member atau mencari jaringan. Ia telah bergabung dengan Wahyu Kenzo selama 2 tahun dan mendapat keuntungan mencapai hingga Rp10 miliar.

“Kita tetapkan sebagai tersangka. Pelaku atau tersangka ini (RE) mendapatkan keuntungan dari rebate atau upline baik itu menang atau kalah" kata Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Budi Hermanto.

Dijelaskan Budi, sebagai founder tersangka RE mendapat keuntungan selisih rate sebesar Rp100 per 1 dolar. Keuntungan itu berasal dari setiap kali downline atau member yang direkrutnya bergabung dan melakukan deposit.

Baca juga :
Langgar Aturan, Google Didenda Sebesar Rp182 Triliun

“Hitung-hitungan kami, tersangka dapat untung sepuluh miliar rupiah yang kemudian digunakannya untuk membeli aset rumah dan tanah,” terangnya.

Baca juga :
Kemenhub dan Pelindo Akan Uji Coba E-Pilotage di Empat Lokasi

Modus robot trading ini adalah member membeli produk minuman nutrisi. Dari pembelian itu member kemudian diberi mendapat voucher 5.0 untuk mengaktivasi akun Pantera. Pengelola robot trading itu mengklaim ada broker di luar negeri yang mengelola.

Kepolisian menjerat tersangka RE dengan pasal berlapis yakni Pasal 65 (2) ayat jo Pasal 115 UU nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, Pasal 24 ayat (1) jo Pasal 106 UU nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.

Baca juga :
Atasi Kebotakan dengan Lidah Buaya, Efektif Secara Medis atau Sekadar Mitos?
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Raymond Enovan Investasi Bodong Jawa Timur