15 Orang di Malawi dan Mozambik Tewas akibat Badai Freddy

Tri Umardini | Selasa, 14/03/2023 05:01 WIB


15 Orang di Malawi dan Mozambik Tewas akibat Badai Freddy 15 Orang di Malawi dan Mozambik Tewas akibat Badai Freddy. (FOTO: REUTERS)

JAKARTA - Mozambik dan Malawi telah menghitung kerugian Badai Freddy, yang melanda Afrika Selatan untuk kedua kalinya dalam sebulan selama akhir pekan, meninggalkan jejak kehancuran dan menewaskan sedikitnya 15 orang.

Freddy adalah salah satu badai terkuat yang pernah tercatat di belahan bumi selatan dan bisa menjadi siklon tropis terlama, menurut Organisasi Meteorologi Dunia.

Topan itu menerjang Mozambik tengah pada Sabtu (11/3/2023), merobek atap bangunan dan membawa banjir yang meluas di sekitar pelabuhan Quelimane, sebelum bergerak ke pedalaman menuju Malawi dengan hujan lebat yang menyebabkan tanah longsor.

Polisi di Malawi mengatakan 11 orang tewas di daerah sekitar kota selatan Blantyre, tempat hujan lebat memicu banjir.

Baca juga :
Perubahan Iklim Ancam Produksi Padi, Indonesia dan Malaysia Berisiko Paling Terdampak

Dia mengatakan tim penyelamat sedang mencari orang-orang di Chilobwe dan Ndirande, dua kota yang paling parah terkena dampak di Blantyre, di mana hujan masih turun pada hari Senin dan banyak penduduk tanpa listrik.

Baca juga :
Kemendikdasmen Selesaikan Revitalisasi 349 Sekolah di Sumbar

Empat tewas di Mozambik

Setidaknya empat orang tewas di Mozambik, kata pihak berwenang, saat penilaian kerusakan sedang dilakukan.

Baca juga :
Menko Pangan Zulhas SPPG Diingatkan Wajib Serap Produk Pangan Desa

Tingkat kerusakan dan korban jiwa secara keseluruhan di Mozambik khususnya belum jelas, karena catu daya dan sinyal telepon terputus di beberapa bagian daerah yang terkena dampak.

Mozambik telah mengalami curah hujan lebih dari satu tahun dalam empat minggu terakhir, memicu kekhawatiran bahwa sungai dapat meluap dan menyebabkan banjir skala besar.

Malawi sedang berjuang melawan wabah kolera paling mematikan dalam sejarahnya, dan badan-badan PBB telah memperingatkan situasinya dapat memburuk karena hujan lebat yang disebabkan oleh Freddy.

Para ilmuwan mengatakan perubahan iklim membuat badai tropis semakin kuat, karena lautan menyerap panas dari emisi gas rumah kaca dan ketika air laut yang hangat menguap, energi panas dipindahkan ke atmosfer. (*)

 

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Malawi Mozambik Badai Freddy