
Mesin digunakan untuk memperbaiki jembatan yang rusak akibat hujan dan banjir akibat pengaruh langsung Topan Yaku, di Piura, Peru 11 Maret 2023. Foto: Reuters
JAKARTA - Sedikitnya enam orang tewas di Peru selama beberapa hari terakhir ketika topan kuat menyebabkan hujan lebat, menghancurkan ratusan rumah dan menyebabkan gangguan besar di wilayah utara negara Amerika Latin itu, kata pihak berwenang.
Pemerintah telah mengumumkan keadaan darurat karena berusaha untuk membawa bantuan ke wilayah Peru yang terkena dampak parah topan yang dikenal sebagai Yaku, yang meliputi Lambayeque, Piura, dan Tumbes.
Pada Jumat pagi, Institut Pertahanan Sipil Nasional (INDECI) mengatakan banjir yang disebabkan oleh Yaku telah merenggut enam nyawa.
Belakangan, INDECI mengatakan 58 orang tewas sejak awal musim hujan, yang dimulai beberapa bulan lalu. Itu tidak memberikan kerangka waktu khusus untuk korban.
Peru telah dilanda ketidakstabilan dan protes anti-pemerintah selama beberapa bulan terakhir sejak Kongres menggulingkan mantan Presiden Pedro Castillo dari kekuasaan pada bulan Desember.
Penggantinya, Presiden Dina Boluarte, mengunjungi beberapa bagian Peru utara pada Sabtu saat pemerintah mengirimkan bantuan kemanusiaan ke daerah-daerah yang paling parah dilanda topan.
Jum'at, 10/04/2026
Jum'at, 17/04/2026