Amerika Batasi Ekspor ke Perusahaan Iran karena Memproduksi Drone untuk Rusia

Yati Maulana | Rabu, 01/02/2023 18:02 WIB


Amerika Batasi Ekspor ke Perusahaan Iran karena Memproduksi Drone untuk Rusia Sebuah pesawat tak berawak Rusia yang oleh otoritas lokal dianggap sebagai kendaraan udara tak berawak buatan Iran Shahed-136, di Kyiv, Ukraina 17 Oktober 2022. Foto: Reuters

JAKARTA - Amerika Serikat memberlakukan pembatasan perdagangan baru pada tujuh entitas Iran pada hari Selasa. Alasannya, mereka emproduksi drone yang digunakan Rusia untuk menyerang Ukraina, kata Departemen Perdagangan AS.

Perusahaan dan organisasi lain ditambahkan ke daftar kendali ekspor AS bagi mereka yang terlibat dalam aktivitas yang bertentangan dengan keamanan nasional AS dan kepentingan kebijakan luar negeri.

Penambahan "daftar entitas" Departemen Perdagangan telah diposting dalam pengajuan awal di Daftar Federal AS, jurnal harian pemerintah, dan akan diterbitkan secara resmi pada hari Rabu.

Sejak Rusia melancarkan perangnya melawan Ukraina pada Februari 2022, Amerika Serikat dan lebih dari 30 negara lain telah berupaya menurunkan basis industri militer dan pertahanannya dengan menggunakan kontrol ekspor untuk membatasi aksesnya ke teknologi.

Baca juga :
Meski Gencatan Senjata, Israel Tegaskan Operasi terhadap Hizbullah Belum Selesai

Entitas Iran adalah Desain dan Manufaktur Mesin Pesawat, Angkatan Udara Korps Pengawal Revolusi Islam, Riset Korps Pengawal Revolusi Islam dan Organisasi Jihad Mandiri, Perusahaan Oje Parvaz Mado Nafar, Perusahaan Paravar Pars, Industri Penerbangan Qods, dan Industri Penerbangan Shahed.

Baca juga :
Bernardo Silva Resmi Tinggalkan Manchester City Akhir Musim Ini

Setiap pemasok ke entitas diharuskan memiliki lisensi untuk mengirimkan barang dan teknologi, tetapi ini diperkirakan akan ditolak, selain untuk makanan dan obat-obatan. Lisensi akan ditinjau berdasarkan kasus per kasus.

Misi Iran untuk PBB di New York mengatakan: "Sanksi tidak berpengaruh pada kapasitas produksi drone Iran karena semua dronenya diproduksi di dalam negeri. Ini merupakan indikasi kuat bahwa drone ditembak jatuh di Ukraina dan menggunakan suku cadang yang dibuat oleh negara-negara Barat tidak." bukan milik Iran."

Baca juga :
David Alonso Gabung ke Honda HRC Castrol di MotoGP 2027

Pada bulan Januari, Kanada mengumumkan akan membeli National Advanced Surface-to-Air Missile System (NASAMS) buatan AS untuk Ukraina. NASAMS adalah sistem pertahanan udara berbasis darat jarak pendek hingga menengah yang melindungi dari serangan drone, rudal, dan pesawat. Amerika Serikat telah memberikan dua NASAMS ke Ukraina dan lebih banyak lagi sedang dalam perjalanan.

Sistem pertahanan udara berbasis darat lainnya seperti Raytheon Technology Corp`s (RTX.N) Patriot telah dijanjikan oleh Inggris, Amerika Serikat dan Belanda sebagai sekutu berharap untuk mencegah gangguan listrik lebih lanjut.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Bantuan Drone Iran Rusia Sanksi Amerika