Iran Klaim Gagalkan Serangan Drone di Lokasi Militernya, Tidak Ada Korban

Yati Maulana | Minggu, 29/01/2023 10:46 WIB


Iran Klaim Gagalkan Serangan Drone di Lokasi Militernya, Tidak Ada Korban Suar gas di anjungan produksi minyak terlihat di samping bendera Iran di Teluk 25 Juli 2005. Foto: Reuters

JAKARTA - Sebuah ledakan keras di sebuah pusat militer di kota Isfahan Iran disebabkan oleh serangan pesawat tak berawak yang "tidak berhasil", lapor media pemerintah Iran pada hari Minggu, mengutip kementerian pertahanan.

"Salah satu (drone) terkena, pertahanan udara dan dua lainnya terjebak dalam jebakan pertahanan dan meledak. Untungnya, serangan yang gagal ini tidak menyebabkan korban jiwa dan menyebabkan kerusakan kecil pada atap bengkel, " kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita negara IRNA.

Kantor berita Iran sebelumnya melaporkan ledakan keras itu dan memuat video yang menunjukkan kilatan cahaya di pabrik, yang dikatakan sebagai pabrik amunisi, dan rekaman kendaraan darurat dan truk pemadam kebakaran di luar pabrik.

Pada Juli, Iran mengatakan telah menangkap tim sabotase yang terdiri dari militan Kurdi yang bekerja untuk Israel yang berencana meledakkan pusat industri pertahanan "sensitif" di Isfahan.

Baca juga :
Pertamina Gelar Pasar Murah di Cianjur, Paket Sembako Rp211.000 Jadi Rp30.000

Pengumuman itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan dengan musuh bebuyutan Israel atas program nuklir Teheran. Israel mengatakan Iran sedang berusaha mengembangkan senjata nuklir. Teheran menyangkal hal ini.

Baca juga :
Kajati Jabar dan Kajari Subang Tinjau Progres Pembangunan Pelabuhan Patimban

"(Serangan) tidak mempengaruhi instalasi dan misi kami dan tindakan membabi buta seperti itu tidak akan berdampak pada kelanjutan kemajuan negara," kata pernyataan kementerian pertahanan.

Ada sejumlah ledakan dan kebakaran di sekitar fasilitas militer, nuklir, dan industri Iran dalam beberapa tahun terakhir.

Baca juga :
Ketua DPR Harap RUU PPRT Dapat Akhiri Kekerasan-Diskriminasi terhadap PRT

Pada tahun 2021, Iran menuduh Israel menyabotase situs nuklir utamanya Natanz dan bersumpah akan membalas dendam atas serangan yang tampaknya merupakan episode terbaru dalam perang rahasia yang telah berlangsung lama.

Ledakan di situs-situs sensitif Iran terkadang menimbulkan kekhawatiran di tengah ketegangan atas program nuklir Iran dengan Israel dan Amerika Serikat.

Israel telah lama mengancam tindakan militer terhadap Iran jika pembicaraan tidak langsung antara Washington dan Teheran gagal menyelamatkan pakta nuklir 2015.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Teheran Iran Pusat Militer Serangan Drone