Korban Tewas Akibat Banjir di Afghanistan Naik Menjadi Lebih 180 Orang

Yati Maulana | Sabtu, 27/08/2022 09:45 WIB


Korban Tewas Akibat Banjir di Afghanistan Naik Menjadi Lebih 180 Orang Seorang pria Afghanistan membersihkan rumahnya yang rusak setelah banjir besar di distrik Khushi, Logar, Afghanistan, 21 Agustus 2022. Foto: Reuters

JAKARTA - Banjir di Afghanistan bulan ini menewaskan lebih dari 180 orang, kata Taliban pada Kamis, meminta bantuan masyarakat internasional.

Banjir telah menimbulkan kerusakan yang meluas di provinsi-provinsi Afghanistan tengah dan timur dalam beberapa pekan terakhir, menghanyutkan ribuan rumah dan memperburuk krisis ekonomi dan kemanusiaan negara itu.

"Imarah Islam Afghanistan tidak dapat menangani banjir sendirian, kami meminta dunia, organisasi internasional dan negara-negara Islam untuk membantu kami," kata juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid pada konferensi pers.

Mujahid mengatakan 182 orang tewas akibat banjir bulan ini dan 250 lainnya luka-luka. Lebih dari 3.100 rumah hancur total dan ribuan ternak tewas.

Baca juga :
Perubahan Iklim Ancam Produksi Padi, Indonesia dan Malaysia Berisiko Paling Terdampak

Afghanistan telah terhuyung-huyung dari bencana alam tahun ini, termasuk kekeringan dan gempa bumi yang menewaskan lebih dari 1.000 orang pada Juni. Negara ini sebagian besar telah terputus dari sistem keuangan internasional sejak Taliban mengambil alih setahun yang lalu.

Baca juga :
Kemendikdasmen Selesaikan Revitalisasi 349 Sekolah di Sumbar

Di distrik Khoshi di provinsi Logar tengah, pekerja bantuan menggambarkan kehancuran yang meluas akibat banjir besar dalam beberapa hari terakhir, dengan ladang tanaman menjadi lumpur dan mayat hewan tergeletak di tumpukan.

Sekitar 20.000 orang di distrik itu terkena dampak banjir dan 20 orang, termasuk sedikitnya enam anak-anak, tewas dengan dua lagi hilang, kata badan anak-anak PBB.

Baca juga :
Menko Pangan Zulhas SPPG Diingatkan Wajib Serap Produk Pangan Desa

"Orang-orang kehilangan segalanya, mereka kehilangan segalanya dalam semalam," kata Anne Kindrachuk, kepala wilayah tengah untuk UNICEF Afghanistan, setelah kunjungan ke daerah itu.

"Ada tiga komunitas tenda atau kamp tetapi (orang) tidak yakin apa yang akan terjadi selanjutnya, bagaimana mereka akan makan musim dingin ini, mata pencaharian mereka musnah," katanya.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Banjir Afghanistan Tengah Taliban Minta Bantuan