Eksekutif Produsen Senjata Bersaksi di Sidang DPR AS soal Penembakan Massal

Yati Maulana | Kamis, 28/07/2022 09:30 WIB


Eksekutif Produsen Senjata Bersaksi di Sidang DPR AS soal Penembakan Massal Seorang anak laki-laki mencoba senapan Smith dan Wesson ukuran 12 saat konvensi tahunan National Rifle Association (NRA) di Houston, Texas, AS, 28 Mei 2022. Foto: Reuters

JAKARTA - Para eksekutif dari produsen senjata besar bersaksi pada hari Rabu di hadapan panel Dewan Perwakilan Rakyat AS yang menyelidiki penembakan massal baru-baru ini di Texas dan New York.

Sidang yang diadakan oleh komite Pengawas DPR, akan memeriksa tanggung jawab yang dipikul industri senjata api dalam berkontribusi terhadap epidemi kekerasan senjata di Amerika Serikat.

Kesaksian ini juga untuk dijadikan dasar langkah-langkah yang dapat diambil Kongres untuk meminta pertanggungjawaban produsen, menurut Ketua Carolyn Maloney, seorang Demokrat dari New York, kata dalam sebuah pernyataan.

Saksi yang dikonfirmasi termasuk Christopher Killoy, presiden dan kepala eksekutif Sturm, Ruger & Co Inc (RGR.N) dan Marty Daniel, CEO Daniel Defense LLC. Mark P. Smith, presiden dan CEO Smith & Wesson Brands Inc (SWBI.O), terdaftar sebagai undangan.

Baca juga :
Perubahan Iklim Ancam Produksi Padi, Indonesia dan Malaysia Berisiko Paling Terdampak

Panitia meminta tanggapan dari masing-masing eksekutif menyusul penembakan massal di Uvalde, Texas, dan Buffalo, New York.

Baca juga :
Kemendikdasmen Selesaikan Revitalisasi 349 Sekolah di Sumbar

Penembakan, yang terjadi hanya 10 hari pada bulan Mei, menewaskan 31 orang dan mengguncang negara yang terkenal dengan tingkat kekerasan senjata yang tinggi.

Baca juga :
Menko Pangan Zulhas SPPG Diingatkan Wajib Serap Produk Pangan Desa
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Penembakan Massal Kekerasan Bersenjata Amerika Serikat