Terlibat Kejahatan Militer, Argentina Penjarakan 19 Mantan Perwira

Yati Maulana | Kamis, 07/07/2022 11:02 WIB


Terlibat Kejahatan Militer, Argentina Penjarakan 19 Mantan Perwira Veronica Castelli mengenakan kancing dengan foto orang tuanya yang hilang selama kediktatoran militer Argentina, di Buenos Aires, Argentina. Foto: Reuters

JAKARTA - Seorang hakim Argentina menghukum 19 mantan perwira militer ke penjara pada hari Rabu karena kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan selama kediktatoran militer brutal negara itu pada tahun 1970-an dan 1980-an, termasuk penculikan pekerja pabrik mobil.

Pengadilan terbaru di Argentina mengikuti laporan komisi kebenaran Kolombia minggu lalu, menyusul konflik internal berdarah selama beberapa dekade di negara Amerika Selatan itu, karena tuntutan keadilan yang terpendam menghasilkan beberapa keuntungan.

Hukuman yang dijatuhkan oleh pengadilan federal di ibu kota Buenos Aires termasuk hukuman untuk penghilangan paksa, pembunuhan, penyiksaan, serta penculikan anak-anak. Kejahatan yang dilakukan terhadap sekitar 350 korban selama rezim militer yang memerintah negara itu antara tahun 1976 dan 1983.

Kediktatoran meninggalkan sebanyak 30.000 orang hilang, menurut kelompok hak asasi manusia, meskipun menentukan angka yang tepat tetap menjadi topik perdebatan.

Baca juga :
Perubahan Iklim Ancam Produksi Padi, Indonesia dan Malaysia Berisiko Paling Terdampak

Mantan Jenderal Santiago Riveros, yang sebelumnya dihukum dalam persidangan lain karena pelanggaran hak asasi manusia, termasuk di antara mereka yang dihukum. Dia diperintahkan untuk menjalani hukuman seumur hidup di balik jeruji besi setelah dinyatakan bersalah atas lebih dari seratus kejahatan, termasuk penculikan, pemerkosaan, dan pembunuhan, menurut putusan hari Rabu.

Baca juga :
Kemendikdasmen Selesaikan Revitalisasi 349 Sekolah di Sumbar

Hukuman yang dijatuhkan juga mencakup tuduhan bahwa tujuh pekerja diculik di pabrik Mercedes Benz di pinggiran kota Buenos Aires mulai tahun 1976 oleh pasukan militer dengan dukungan eksekutif perusahaan.

Menurut dakwaan, para eksekutif mengeluh kepada otoritas militer bahwa karyawan yang diculik adalah anggota serikat pekerja atau berusaha mengorganisir pekerja. Para pekerja yang diculik dibawa ke kompleks militer Campo de Mayo yang terkenal, sebuah fasilitas rahasia yang berfungsi seperti kamp konsentrasi, dan enam dari mereka secara resmi tetap hilang meskipun semuanya dianggap tewas.

Baca juga :
Menko Pangan Zulhas SPPG Diingatkan Wajib Serap Produk Pangan Desa

Hampir 6.000 tahanan kemungkinan melewati Campo de Mayo, yang terletak tepat di luar Buenos Aires, dan banyak dari mereka diklasifikasikan sebagai orang hilang.

Perwakilan Mercedes Benz lokal tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Kejahatan Militer Diktator Argentina Dijatuhi Hukuman