SVI-01 Mobil Bertenaga Surya Karya Mahasiswa Irak

Akhyar Zein | Senin, 04/07/2022 04:01 WIB


Perguruan Tinggi di Sulaymaniyah Irak utara (foto: wikiwand.com)

JAKARTA - Sebagai bagian dari proyek kelulusan akhir mereka. Delapan mahasiswa jurusan teknik energi di perguruan tinggi di Sulaymaniyah Irak utara telah menciptakan kendaraan tenaga surya 

Kendaraan yang mempunyai empat panel surya yang menghasilkan tenaga surya yang dibutuhkan untuk mengisi enam baterai di dalam mobil.

"Mobil yang ada di belakang ini disebut SVI-01, yang merupakan singkatan dari kendaraan surya pertama di semua universitas di Irak, dan setiap anggota berperan penting dalam pembuatan mobil ini. Mobil ini memiliki empat panel yang terhubung ke enam baterai. Panel bisa mengisi baterai melalui tenaga surya dari matahari, energi matahari, dan kemudian baterai dihubungkan ke motor hub DC yang membantu mobil berjalan" kata Lawand Anjam, insinyur energi dari American University of Iraq di Sulaymaniyah.

Baterai-baterai itu memberi daya pada motor 4000 watt agar kendaraan itu bisa berjalan.

Baca juga :
Perubahan Iklim Ancam Produksi Padi, Indonesia dan Malaysia Berisiko Paling Terdampak

Setiap panel surya memiliki kapasitas 170 watt, dan perlu waktu tiga hingga empat jam untuk mengisi baterai hingga penuh.

Baca juga :
Kemendikdasmen Selesaikan Revitalisasi 349 Sekolah di Sumbar

Ketika baterai terisi penuh, mobil itu bisa berjalan dan dikemudikan selama satu setengah jam tanpa henti.

"Tujuan kami adalah mengembangkan model kendaraan tenaga surya sehingga kami kelak bisa menggunakannya dengan mudah di jalan dan bisa meningkatkan efisiensi tenaga surya serta membuat motor yang bekerja dengan lebih sedikit energi sehingga memerlukan baterai dan energi matahari yang lebih sedikit," papar Zaniyar Faridun, mahasiswa jurusan teknik energi yang ikut serta dalam proyek ini.

Baca juga :
Menko Pangan Zulhas SPPG Diingatkan Wajib Serap Produk Pangan Desa

Mobil yang diberi nama SVI-01 ini bisa melaju 110 kilometer per jam, tetapi kecepatannya saat ini dibatasi oleh komputer hingga 40 km/jam.

"Mobil dibentuk dan dirancang secara aerodinamis untuk membagi tekanan hambatan udara dan membagi bagian atas secara merata, sehingga bobot mobil akan lebih ringan," kata Lawand Anjam.

Mobil itu dirancang untuk digunakan oleh staf dan anggota fakultas di kampus perguruan tinggi tersebut.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
proyek kelulusan Sulaymaniyah kendaraan surya