G7 Mengutuk Serangan Mal di Ukraina dan Menyebutnya "Kejahatan Perang"

akhyar | Selasa, 28/06/2022 16:45 WIB


G7 Mengutuk Serangan Mal di Ukraina dan Menyebutnya Tangkapan layar dari serangan Rusia ke mal Kremenchuk. Sedikitnya 10 tewas dan 40 terluka dalam serangan Rusia tersebut (ireland-live.ie)

JAKARTA - Para pemimpin negara-negara kaya Kelompok Tujuh (G7) mengutuk serangan rudal Rusia di sebuah pusat perbelanjaan di kota Kremenchuk, Ukraina dan menyebutnya sebagai "kejahatan perang" dalam sebuah pernyataan bersama yang dikeluarkan Senin malam.

Pejabat Ukraina mengatakan sedikitnya 10 orang tewas dan lebih dari 40 lainnya cedera pada hari sebelumnya setelah rudal Rusia menghantam sebuah pusat perbelanjaan dengan lebih dari 1.000 orang di dalamnya.

"Kami dengan sungguh-sungguh mengutuk serangan keji di sebuah pusat perbelanjaan di Kremenchuk," kata pernyataan itu.

"Kami bersatu dengan Ukraina dalam berduka atas korban tak berdosa dari serangan brutal ini. Serangan membabi buta terhadap warga sipil tak berdosa merupakan kejahatan perang. Presiden Rusia (Vladimir) Putin dan mereka yang bertanggung jawab akan dimintai pertanggungjawaban."

Baca juga :
Bangun Ketahanan Industri Penerbangan, AirNav Indonesia Gelar NAFEF 2026

Para pemimpin G7 mengatakan mereka akan terus memberikan dukungan keuangan, kemanusiaan dan militer ke Ukraina "selama yang dibutuhkan."

Baca juga :
Waka MPR Bicara Pentingnya Kesiapsiagaan Masyarakat untuk Hadapi Ancaman Bencana

"Kami tidak akan berhenti sampai Rusia mengakhiri perangnya yang kejam dan tidak masuk akal terhadap Ukraina," mereka menggarisbawahi.

Baca juga :
Siapa Saja 7 Firaun Paling Terkenal di Mesir Kuno?
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Serangan mal Kremenchuk mengutuk