Inggris Sebut Mariupol Berisiko Terjangkit Wabah Kolera

| Jum'at, 10/06/2022 16:20 WIB


Inggris Sebut Mariupol Berisiko Terjangkit Wabah Kolera Tempat tidur kosong terlihat di rumah sakit lapangan yang dikerahkan oleh dokter Amerika di tempat parkir bawah tanah pusat perbelanjaan King Cross Leopolis, Ukraina. Foto: Reuters

JAKARTA - Kota Mariupol di selatan Ukraina berada dalam risiko wabah kolera besar karena layanan medis kemungkinan sudah hampir runtuh, kata kementerian pertahanan Inggris, Jumat.

Kemungkinan juga ada kekurangan obat-obatan di Kherson, kata Kementerian Pertahanan Inggris dalam pembaruan Twitter. Rusia sedang berjuang untuk menyediakan layanan publik dasar bagi penduduk di wilayah yang diduduki Rusia, tambahnya.

Bulan lalu, Manajer Insiden Ukraina WHO, Dorit Nitzan, mengatakan Mariupol, yang sekarang dikendalikan oleh pasukan Rusia setelah berminggu-minggu pengepungan dan pemboman berat, termasuk di antara daerah pendudukan di mana ada risiko kolera.

WHO pun membunyikan alarm tentang penyediaan layanan kesehatan di Ukraina selama perang dengan Rusia dan menyerukan penyelidikan atas lebih dari 200 serangan terhadap sistem perawatan kesehatan.

Baca juga :
Hari Kentang Sedunia 30 Mei: Ini Sejarah dan Tujuan Peringatannya

Hans Kluge, Direktur Regional WHO untuk Eropa, mengatakan satu dari tiga pasien memiliki masalah dengan akses ke obat-obatan, satu dari lima orangdi zona konflik membutuhkan bantuan psikologis, kekerasan seksual meningkat dan ada risiko wabah kolera.

Baca juga :
AS Sita Aset Kripto Iran Senilai 1 Miliar Dolar AS

Jarno Habicht, Perwakilan WHO di Ukraina, mengatakan fasilitas perawatan primer, rumah sakit dan ambulans telah rusak dalam serangan sejak Rusia menginvasi pada 24 Februari.

Habicht mengatakan kekhawatiran tambahan adalah pandemi COVID-19 yang katanya belum berakhir di Ukraina. Dia memuji program vaksinasi COVID negara itu tetapi mengatakan skalanya harus ditingkatkan dan sistem deteksi diperkuat.

Baca juga :
Sambut HUT Jakarta ke-499, Masuk Ancol Gratis Sore-Malam Mulai 8 Juni 2026

Manajer Insiden Ukraina WHO, Dorit Nitzan, mengatakan kota selatan Mariupol, yang sekarang dikendalikan oleh pasukan Rusia setelah berminggu-minggu pengepungan dan pemboman berat, termasuk di antara daerah pendudukan di mana ada risiko kolera.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Mariupol Ukraina Dikepung Bom Wabah Kolera