Polisi Ingatkan, Ribuan Anggota Mafia Italia Beroperasi di Australia

Akhyar Zein | Selasa, 07/06/2022 22:55 WIB


Polisi Ingatkan, Ribuan Anggota Mafia Italia Beroperasi di Australia Ilustrasi. Leandro Greco yang arogan, cucu dari mafia terkenal Michele Greco, saat dia dikawal ke markas Carabinieri pada 22 Januari 2019, di Palermo, setelah penangkapannya.(foto: AFP/ bangkokpost.com)

JAKARTA - Lebih dari 50 klan kejahatan terorganisir Italia, termasuk `Ndrangheta, dengan ribuan anggota beroperasi di Australia, polisi negara itu memperingatkan pada hari Selasa.

Kelompok-kelompok ini bekerja sama dengan mitra Italia mereka dan "mencuci miliaran dolar setahun melalui ekonomi Australia," mengendalikan perdagangan obat-obatan terlarang, dan melanggengkan kekerasan melalui afiliasi lokal, menurut Nigel Ryan, asisten komisaris Polisi Federal Australia ( AFP).

Dia mengatakan AFP berencana untuk menargetkan kelompok-kelompok kejahatan terorganisir ini "dengan menyerang keuangan, komunikasi, dan operasi mereka."

“Kami memiliki sekitar 51 klan kejahatan terorganisir Italia di Australia. Kami telah mengidentifikasi 14 klan Ndrangheta yang dikonfirmasi di seluruh Australia, yang melibatkan ribuan anggota,` kata Ryan.

Baca juga :
Perubahan Iklim Ancam Produksi Padi, Indonesia dan Malaysia Berisiko Paling Terdampak

“‘Ndrangheta bukan hanya masalah Australia – mereka adalah masalah global dan mereka bertanggung jawab atas perdagangan 70% kokain dunia. Di Australia, mereka juga bertanggung jawab atas perdagangan ganja dan metamfetamin.”

Baca juga :
Kemendikdasmen Selesaikan Revitalisasi 349 Sekolah di Sumbar

The `Ndrangheta, menurut Ryan, "membanjiri Australia dengan obat-obatan terlarang dan menarik tali geng motor penjahat Australia" yang katanya bertanggung jawab atas "beberapa kekerasan paling signifikan" di negara itu.

Operasi Ironside, operasi besar-besaran selama tiga tahun yang dipimpin oleh AFP, menyebabkan 383 tersangka pelaku didakwa dengan 2.340 pelanggaran.

Baca juga :
Menko Pangan Zulhas SPPG Diingatkan Wajib Serap Produk Pangan Desa

AFP dan Biro Investigasi Federal (FBI) AS menipu tokoh-tokoh dunia bawah agar berkomunikasi melalui aplikasi terenkripsi yang disebut ANoM.

"Selama Operasi Ironside, penegak hukum mendakwa sejumlah `anggota Ndrangheta, beberapa menerima perintah dari bos di Calabria," kata Ryan.

Dia mengatakan intelijen tak ternilai yang diperoleh melalui sengatan ANoM membantu "menghilangkan selubung kerahasiaan yang memungkinkan anggota `Ndrangeta untuk beroperasi di Australia dengan impunitas," tetapi mengakui bahwa menjatuhkan kelompok itu tetap menjadi tantangan yang menakutkan.

“Mereka dapat tetap berada di bawah radar dengan menjalani kehidupan sederhana, di rumah sederhana. Mereka mencampurkan uang haram mereka dengan uang dari bisnis konstruksi, pertanian atau katering yang sah, dan semua ini membuat lebih sulit untuk tidak hanya mengidentifikasi kriminalitas tetapi juga untuk membuktikannya, ”jelasnya.

Ryan mengatakan AFP secara khusus akan fokus pada "membongkar organisasi pencucian uang ... (dan) terus menargetkan platform komunikasi yang digunakan untuk merencanakan kriminalitas mereka."

Sebuah pernyataan AFP juga mengutip penelitian dari Pusat Penelitian Narkoba dan Alkohol Nasional Universitas New South Wales, yang mencatat lebih dari 1800 kematian akibat narkoba di Australia pada tahun 2020, angka tahunan tertinggi sejak 199

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Mafia AFP Italia Ndrangheta